Enam Bayi di Jombang Lahir di Tanggal Cantik

Minggu, 11 November 2012 00:45 WIB
Enam Bayi di Jombang Lahir di Tanggal Cantik
SURYA/SUTONO
Tiga dari enam bayi yang lahir di tanggal cantik, Sabtu (10/11/2012) di RSUD Jombang, Jawa Timur.
 
JOMBANG - Enam bayi lahir pada tanggal cantik 10-11-12 di RSUD Jombang, Jawa Timur, Sabtu (10/11/2012). Keenam bayi lahir dengan cara operasi caesar. Angka 10-11-12 dianggap cantik, selain karena berurutan, juga bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.
Kepala Ruangan Anggrek RSUD Jombang Tri Winarni mengatakan, keenam bayi beserta ibunya, masih menjalani perawatan di Ruang Anggrek.

Winarni merinci, dari enam bayi, tiga berjenis kelamin perempuan, dan satu berjenis kelamin laki-laki.
"Yang dua lagi kami belum mengetahui jenis kelaminnya. Karena, saat ini bayi tersebut masih di ruang operasi," jelasnya, sambil menunjukkan bayi-bayi yang baru dilahirkan.
Menurut Winarni, meski seluruh bayi dilahirkan melalui operasi caesar, kondisinya sehat. Kondisi para ibu juga tidak ada masalah, tinggal menunggu pemulihan.
Winarni memastikan, bayi yang lahir pada tanggal cantik (10-11-12), tidak direncanakan sebelumnya. Artinya, mereka melakukan operasi caesar karena mengikuti petunjuk dari dokter yang merawat.
Riyadus Solikhin (38), ayah dari salah satu bayi menjelaskan, ia sangat bahagia dengan kelahiran anak ketiganya.

“Bahagia karena lahir selamat, dan kebetulan juga lahir pada tanggal yang dinilai cantik,” katanya.
Tapi, ia belum memberikan nama khusus untuk anaknya. Warga Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota berharap, sesuai tanggal kelahiran yang persis di Hari Pahlawan, anaknya kelak berguna bagi nusa dan bangsa.
"Kebetulan saja lahir di tanggal cantik. Terpenting, ibu beserta bayinya sehat wal afiat," ujar Riyadus. (*)



Ternyata Waktu di Jombang, Slank Todong Gus Ipul!

Slank Todong Gus Ipul

Sabtu, 10 November 2012 20:01 WIB

Slank Todong Gus Ipul
SURYA/MIFTAH FARIDL
Personel Slank, Bambang Sulistomo (putra Bung Tomo) dan Gus Ipul menaburkan bunga ke makam Bung Tomo, Sabtu (10/11/2012). 
Laporan Wartawan Surya, Miftah Faridl
SURABAYA - Ada cerita menarik yang diungkapkan Kaka, vokalis grup band Slank, terkait konsernya kali ini di Surabaya. Kaka secara terbuka mengaku sengaja menodong Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf agar diundang manggung di Surabaya. Dan todongan itupun berbuah hasil.

“Beberapa waktu lalu kami ketemu dengan Gus Ipul (panggilan Syaifullah Yusuf). Ketemunya di Jombang pas ada event bareng. Di sana saya todong Gus Ipul agar ajak main kami di Surabaya. Alhamdulillah sekarang kami diundang,” kata Kaka saat berziarah ke makam Bung Tomo, Sabtu (10/11/2012).
Gus Ipul sendiri mengaku todongan itu membuatnya panasaran ingin mengundang Slank konser di Surabaya. Dia kemudian mengagendakan mengundang Slank konser memperingati Hari Pahlawan. Namun, salah satu Ketua PBNU itu tidak mengundang Slank sendirian. 

“Saya punya angan-angan bagaimana kalau Slanker (penggemar Slank) ini ikut berdoa dan bersholawat dalam memepringati Hari Pahlawan. Nah kebetulan, saat saya menghadiri pengajian Habib Syach, jemaahnya selalu membawa bendera Slank. Ya sudah dua-duanya kami datangkan saja,” katanya disambut tawa Kaka dan Bimbim.
Dia berhapap, perpaduan konser ini bisa mendatangkan kemaslahatan bagi warga Jawa Timur. “Saya ingin Slank dan Slanker bisa bersholawat bersama. Ini kan bagus. Apalagi jamaah Habib Syach juga banyak yang Slanker,” pungkasnya.

Rencananya, Slank dan Habib Syach akan sepanggung di gelaran acara bertajuk Jatim Bersholawat. Acara ini digelar mulai pukul 19.30 di lapangan Kodam V Brawijaya. 


Ribuan Arak Diamankan di Denanyar Jombang

Ribuan Arak Diangkut dengan APV

 Sabtu, 10 November 2012 11:33 WIB
JOMBANG - Polisi Jombang menggagalkan pengiriman 3.240 liter minuman keras (miras) jenis arak putih, di jalan raya Desa Denanyar, Jombang Kota, Sabtu (10/11/2012) dinihari.
Saat ditangkap, arak yang diwadahi dalam ratusan botol bekas air mineral dan dimasukkan 18 dos besar itu diangkut menggunakan mobil Suzuki APV Nopol S 1580 JA.

Bersama itu ditangkap juga dua tersangka pemiliknya. Masing-masing Andik Yulistiawan (34), pemilik barang sekaligus pengemudi asal Desa Manderejo Kecamatan Merakurak, Tuban, dan Soleh (34) asal Desa Ronggomulyo, Kecamatan/Kabupaten Tuban,

Kasat  Sabhara Polres Jombang AKP Haryono mengungkapkan, sempat terjadi kejar-kejaran antara mobil polisi dengan mobil APV tersangka. Itu karena saat hendak dihentikan di wilayah Ploso, tersangka tidak menggubris, malah mempercepat laju kendaraannya.

“Kami kejar, dan akhirnya tertangkap di TKP (tempat kejadian perkara),” kata Haryono. Berdasarkan pemeriksaan, kedua tersangka mengaku ribuan liter arak tersebut berasal dari Tuban dan akan diangkut ke Tulungagung.


Warga Jombang Tewas Kecelakaan di Mojokerto

Adu Moncong di Tikungan, Warga Jombang Tewas

Ilustrasi.

 
Sabtu, 10 November 2012 13:02:25 WIB
Reporter : Misti P.

Mojokerto - Karena tak bisa menguasai kendaraannya saat berbelok, kecelakaan di tikungan Jalan Raya Watu Dakon, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto pun tak terhindarnya. Akibatnya, pengendara motor tewas di lokasi dengan luka serius di bagian kepala.

Kasat Lantas Polres Mojokerto Kota, AKP Katino mengatakan, kejadian tersebut bermula saat korban, Bandi (44) warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang mengendarai motor Kaze R nopol S 5895 QA berjalan dari arah barat menuju ke timur.

"Diduga, saat di lokasi korban yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi tidak bisa menguasai kendaraannya saat berbelok. Sehingga laju kendaraan korban melebar ke kanan dan dari arah berlawanan muncul dump truk," ungkapnya, Sabtu (10/11/2012) tadi siang.

Akibatnya, dump truk nopol AG 8007 UV yang dikemudikan, M Ismail (36) warga Desa Kedung Betik, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang tak bisa menghindari adu moncong. Akibatnya, korban, pengedara motor mengalami luka serius pada kepala bagian belakang dan tewas di lokasi kejadian. [tin/kun]


Pembunuhan Sadis 24 Tusukan di Denanyar Jombang!

Pembunuhan Sadis di Jombang
Polisi Pastikan Korban Dibunuh dengan 24 Tusukan
Kamis, 08 November 2012 12:02:03 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang - Kepolisian Resort Jombang memastikan, korban pembunuhan perampok, Kardina Panjaitan (68), tewas dengan 24 tusukan pisau. Polisi juga menduga, pembunuhan terhadap pemilik toko kebutuhan sehari-hari di Jalan laksda Adi Sucipto, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang kota, tersebut bermotif sakit hati.

"Setelah kita lakukan otopsi, akhirnya diketahui kalau korban meninggal dengan 24 kali tusukan senjata tajam jenis pisau. Dari puluhan tusukan itu, yang membuat korban tewas adalah tusukan yang mengenai bagian liver atau hati," kata Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, Kamis (8/11/2012).

Lantas apa motif pembunuhan sadis itu? Widodo menduga, pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh sakit hati. Hal itu dilihat dari cara pelaku menghabisi nyawa korban. Yakni, dengan menusuk secara membabi buta. Nah, aksi membabi buta itu setidaknya dipicu oleh perasaan jengkel atau sakit hati.
Pun demikian polisi belum menemukan petunjuk yang jelas siapa pelaku tersebut. "Bisa saja itu dilakukan oleh orang dekat atau rekan bisnis korban. Karena selain mempunyai usaha toko 'pracangan', korban juga mempunya usaha sejenis pegadaian," tambah Widodo.

Kesulitan untuk mengungkap identitas pelaku tersebut juga disebabkan oleh minimnya temuan barang bukti di lapangan. Dari olah TKP, polisi hanya menemukan sepasang sandal pria. Selebihnya, tidak ada lagi. "Jadi kami masih melakukan penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari suami korban yang bernama Guliman Napitupulu (70)," ujarnya.

Seperti diberitakan, Kardina ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya pada Rabu sore (7/11/2012). Orang yang pertama kali menemukan korban adalah Guliman, yang tak lain suaminya sendiri. Bukan hanya itu, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai milik Kardina juga dibawa kabur oleh pelaku.
[suf/kun]


Depresi, Warga Negara Perancis Ngamuk di Jombang!

Stres, Warga Prancis Ngamuk di Rumah Istrinya

Rabu, 7 November 2012 13:59 WIB
JOMBANG -  Seorang laki-laki warga negara  Prancis, Grognet Christion (55), asal Prancis mengamuk di rumah istrinya, Jalan Tamtama Desa Candimulyo, Kecamatan/Kabupaten Jombang.
Laki-laki asing memecahkan perabot rumah tangga sembari berteriak dan mengomel tak karuan. Karena takut terjadi sesuatu, akhirnya sang istri, Nurida (50), melaporkan kejadian itu ke Polsek Jombang Kota, Rabu (7/11/2012).

Sejumlah petugas dari Polres Jombang dipimpin Kasat Intelkam AKP Rohani langsung mendatangi rumah tersebut. Selanjutnya, petugas memeriksa dokumen WNA tersebut. Ternyata, Grognet tak mengantongi dokumen selembar pun. Pemeriksaan juga terkendala, karena Grognet yang sudah satu bulan tinggal di Jombang itu tidak bisa berbahasa indonesia.
"Kita masih memeriksa kelengkapan dokumennnya. Namun yang bersangkutan tidak bisa bicara Bahasa indonesia," kata Rohani.

Pemeriksaan baru lancar ketika istri Grognet, Nurida datang dari kantor polisi. Menurut Nurida, ia dan Grognet sudah menikah secara resmi. Namun demikian, Nurida berkwarganegaraan Indonesia, sedangkan Grognet tetap sebagai warga Prancis.
Grognet tidak memegang karena menurut Nurida, paspor milik suaminya itu hilang pada 11 Oktober lalu saat naik becak. 
"Kami masuk ke Indonesia dengan surat resmi. Namun surat-surat tersebut hilang saat kami naik becak," kata Nurida sambil menunjukkan foto kopi surat yang dimaksud.
Perempuan berambut pendek menceritakan sejak semalam suaminya marah-marah tak karuan. Bahkan sejumlah perabot rumah tangga dibanting sebagai sasaran kemarahannya. Karena takut terjadi sesuatu, akhirnya ia melapor ke polisi. 

Nurida mengakui suaminya sudah lama mengalami depresi. Hal itu terkait dengan masalah pekerjaan. Selain itu, lanjut Nurida, suaminya juga pernah mengalami kecelakaan hebat.
"Dia depresi, sehingga sering marah tanpa alasan yang jelas," terang Nurida.


Gitar Ajaib Tercipta di Jombang Jawa Timur!

Gitar Hybrid Bayu Berdawai 12

Rabu, 07 November 2012 16:48 wib
Bayu dan gitar berdawai 12 buatannya. (Foto: Mukhtar Bagus/Okezone)
Bayu dan gitar berdawai 12 buatannya. (Foto: Mukhtar Bagus/Okezone)
JOMBANG - Seorang pemuda di Jombang, Jawa Timur berhasil menciptakan gitar nilon elektrik berdawai 12. Berbeda dengan gitar akuistik yang sudah ada sebelumnya, gitar 12 dawai ini tidak menggunakan tabung resonansi tetapi memanfaatkan teknologi equalizer. Tidak heran, ebagian pakar gitar di dalam maupun luar negeri menyebutnya sebagai gitar hybrid yang lebih modern dan pertama di dunia.

Adalah Bayu Angga Pridahastama (24), mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang membuat gitar hybrid tersebut. Cowok yang berdomisili di Jalan Airlangga, Kota Jombang, Jawa Timur ini menggunakan senar nilon pada ke-12 dawai gitarnya.

Awalnya, kata Bayu, dia hanya ingin membuat gitar tersebut sebagai bahan ujian akhir di jurusan Sendratasik, konsentrasi Seni Musik, dengan mayor gitar klasik. Namun setelah ditunjukkan dan diuji coba oleh sejumlah pakar gitar Tanah Air, gitar buatan Bayu ini disebut-sebut sebagai gitar hybrid karena berbeda dengan gitar-gitar yang sudah ada sebelumnya. Di antara master gitaris yang mencoba gitar 12 dawai buatan Bayu adalah Jubing Kristyanto, Tohpati, Engkos Prakasa, Royke Koapaha, dan Hanief Palopo.

Tak hanya bentuknya, suara yang dihasilkan gitar dengan dua kepala atau headstock ini juga berbeda dengan gitar lain karena menggunakan sistem kwint pada dawai satu, dua dan tiga. Dari segi fisik, gitar 12 dawai ini tidak menggunakan tabung resonansi. Bayu menggantinya dengan perangkat elektrik equalizer yang tentunya lebih praktis dan lebih modern. Bayu mengklaim, komposisi ini membuat pengguna gitar tidak memerlukan mikrofon lagi.

Keistimewaan lain dari gitar buatan bayu adalah ia dapat dibongkar pasang. Bagian tubuh dan leher gitar disatukan dengan skrup, bukan lem. Tentu saja, cara ini memudahkan para pengguna gitar membawa gitarnya dalam perjalanan. Bayu mengaku, telah mendapat tawaran dari Konjen Amerika Serikat Kristen F Bauer di Surabaya, beberapa waktu lalu, untuk mendapatkan hak paten di UNESCO.
Tak hanya itu, atas prestasinya, Bayu juga mendapat beasiswa untuk belajar dan memperdalam ilmu tentang gitar klasik ke Spanyol. Bayu akan bertolak ke Spanyol pada Desember mendatang.
(Mukhtar Bagus/Sindo TV/rfa)