Kapolda, Kapolres Nganjuk & Kapolres Jombang Datangi Markas Gamis

Kapolda Datangi Markas Gamis
 
Selasa, 13 November 2012 13:41:20 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Nganjuk - Kapolda Jatim, Irjen Pol Hadiatmoko meninjau markas Gamis (Gabungan Masyarakat Islam) yang ada di Jalan Puntodewo di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Selasa (13/11/2012). Seiring dengan itu, tim Gegana Polda Jatim juga melakukan penyisiran di lokasi tersebut.

Begitu datang, Kapolda langsung memasuki rumah yang sudah dipasangi police line tersebut. Selain Kapolda, nampak pula Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono dan Kapolres Jombang AKBP Tri Bisono Semiharso. Di rumah yang digunakan Ponpes Darul Akhiya' itu, Kapolda sempat memeriksa sejumlah ruangan.

Sayangnya, sejumlah kuli tinta harus rela mengambil gambar dari luar police line. Wartawan tidak diperkenankan mengambil gambar kondisi dalam ruangan, karena telah di-police line oleh petugas. [air/suf]


48 Santri Diduga Calon Teroris Diciduk, Ada yang dari Jombang!

48 Santri Diduga Dididik Jadi Teroris Dibawa ke Polres Nganjuk

Selasa, 13 November 2012 09:50 wib
NGANJUK - Sebanyak 48 santri Pondok Pesantren Darul Akhfiya di Desa Kepuh, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang dicurigai dididik menjadi teroris, dievakuasi ke Mapolres Nganjuk, Selasa (13/11/2012), sekira pukul 03.00 WIB dini hari tadi.

Mereka sempat diamankan di Mapolsek Kertosono usai penggerebekan yang dilakukan warga pada Senin, 12 November malam.

Para remaja usia belasan tahun itu dievakuasi menggunakan bus dengan pengawalan ketat polisi. Mereka datang dari berbagai daerah di Jawa Timur dan provinsi lain, seperti Jombang, Tulungagung, Blitar, dan Ambon.

Polisi juga mengamankan pimpinan ponpes, Nasirudin Ahmad, warga Sukoharjo, Jawa Tengah. Selain itu, dari rumah kontrakan para santri, polisi mendapati sebuah senjata laras panjang, senjata tajam, serta buku-buku dan VCD.

Kapolres Nganjuk, AKBP Anggoro Sukartono mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan para santri itu akan dididik sebagai teroris.

Polres nganjuk juga telah meminta bantuan Polda Jatim dan Densus 88 Antiteror untuk menyelidiki dan menangani kasus ini, namun hingga pagi ini tim dari Polda dan Densus 88 belum tiba.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 
 

Sumur Kerajaan Majapahit ditemukan di Jombang!

Senin, 12/11/2012 16:19 WIB

Warga Jombang Temukan Sumur Tua Saat Gali Septic Tank

Tamam Mubarrok

Foto: Tamam Mubarrok

Jombang - Sebuah sumur tua diduga peninggalan kerajaan Majapahit, ditemukan di Desa Plandi Kecamatan/Kabupaten Jombang, Senin (12/11/2012). Sumur itu ditemukan warga saat menggali septic tank.

Sumur tua itu pertamakali ditemukan oleh Saiful (43). Saat dirinya menggali bak penanampungan kotoran di halaman belakang rumahnya. Saat penggalian mencapai kedalaman 50 cm, dia menemukan lubang.

Saat rasa penasarannya mulai muncul, Saiful kembali mencangkul sumur itu. Alhasil, dia menemukan sebuah lubang berdiameter sekitar 70 cm. Saat digali kembali, ternyata lubang itu sebuah sumur.

Untuk memastikan sumur itu dalam atau dangkal, Saiful memberanikan dirinya terjun ke dalamnya. Saiful memperkirakan, kedalaman sumur itu adalah 3 meter. Kondisi air sumur juga layaknya air sumber pada umumnya.

"Awalnya dinding septic tank sudah saya bangun. Tapi di dalamnya ada sumur yang terbangun dari bata kuno. Pengerjaan sementara saya hentikan," katanya.

Sementara Kepala Pokja Penyelamatan dan Perlindungan BP3 Trowulan, Danang Wahyu Utomo saat dikonfirmasi detiksurabaya.com mengaku belum mendatangi lokasi sumur itu. Pihaknya akan secepatnya meneliti penemuan warga itu.

"Kita belum pastikan itu peninggalan kerajaan mana. Yang pasti, wilayah Jombang itu masuk Majapahit. Secepatnya kita teliti," katanya di ujung telepon.

(fat/fat)
 
 

Ricuh, Turnamen Sepakbola Abal-abal di Jombang!

Ketupel Turnamen Sepakbola Abal-abal Jombang di Pukuli Peserta yang Emosi

Tribunnews.com - Senin, 12 November 2012 17:10 WIB

JOMBANG - S(43), salah satu petugas Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Jombang, babak belur dihakimi massa, Minggu (11/11/2012) malam.
  
Pemicunya, S selaku penyelenggara turnamen sepakbola tingkat provinsi, dianggap menggelar turnamen awu-awu alias palsu alias abal-abal. Indikasinya, ketika turnamen hampir usai, pihak penyelenggara justru menghilang.
  
Selain itu, tak ada satu pun pengadil yang memimpin kala turnamen memasuki babak final. Bahkan, tak ada hadiah dalam turnamen tersebut.
  
Peserta dari beberapa daerah langsung ‘menangkap’ S. Entah siapa yang memulai, S sempat dihajar beberapa anggota tim peserta turnamen. Beruntung polisi segera mengamankan S ke mapolsek.
   
Berawal ketika S bersama sejumlah rekannya menggelar Turnamen Sepak Bola U-12 tahun tingkat provinsi, Pahlawan Cup, di lapangan SMK Negeri 1.
  
"Ada 24 tim dari beberapa daerah yang ikut, setiap peserta ditarik biaya Rp 400.000," ungkap wakil peserta. Dalam turnamen ini dijanjikan hadiah berupa trofi dan uang pembinaan.
  
Untuk juara satu Rp 2,5 juta, juara dua Rp 1,5 juta dan juara tiga Rp 1 juta. Semula, tak ada yang aneh dalam turnamen tersebut. Hingga akhirnya, turnamen memasuki final.
  
Namun, ketika final hendak mulai, Minggu (11/11/2012) sore, timbul kecurigaan peserta. Sebab di lokasi pertandingan, tak ada satu pun perangkat pertandingan.
  
Mulai dari wasit, asisten wasit sampai panitia pelaksana juga terlihat. Hingga pukul 18.30 WIB, setelah dicek ke beberapa instansi terkait, ternyata turnamen tersebut fiktif.
  
Sejumlah pemain maupun ofisial tim langsung mengamankan S, selaku ketua penyelenggara. Beberapa orang sempat emosional dan melayangkan pukulan ke arah S.
     
"Jelas kami ditipu, pertandingan final semua panitia menghilang, tak ada wasit. Apalagi, tidak ada hadiahnya," kesal Rofik, pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) asal Tulungagung.
  
Beberapa petugas polisi yang datang segera mengevakuasi S ke Mapolsek Jombang Kota. Melihat itu, ratusan pendukung, pemain maupun ofisial tim dari sejumlah daerah pun mendatangi mapolsek.
     
Kini kasus turnamen sepakbola fiktif tersebut masih diusut polisi.


Dalam 1 Tahun Difteri buat 11 Warga Jombang Meninggal

Berantas Difteri, 4,5 Juta Warga Jatim Diimunisasi

Nurul Arifin
Senin, 12 November 2012 16:18 wib wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
SURABAYA - Sejak dinyatakan sebagai kejadian luar biasa (KLB), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur mengelar imunisasi serentak di 19 kabupaten/kota. Total masyarakat yang bakal disuntik vaksin ini sebanyak 4,5 Juta orang.

Kepala Dinkes Jawa Timur dr Budi Rahaju menyebut, 19 kabupaten/kota tersebut di tersebar di Pulau Madura, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang dan Madiun. Kemudian sejumlah kawasan di Tapal Kuda seperti, Probolinggo, Bondowoso, Banyuwangi, dan Pasuruan. Upaya ini dilakukan serentak karena memang karakteristik Difteri di Jatim lebih beracun atau toxigonic.

"Dulu memang pernah diberlakukan KLB tapi ternyata jumlahnya malah meningkat di tahun 2012. setelah diteliti ternyata penanganannya sporadis. Oleh karena itu, akan kami lakukan secara serentak," katanya di Surabaya, Senin (12/11/2012), seraya menyebut imunisasi serentak itu akan dilakukan pada tanggal 12-24 November 2012 mendatang.

Ia menjelaskan, untuk usia 3 tahun hingga 7 tahun mendapat Vaksin DT. Kemudian di atas 7 tahun disuntik vaksin Td, sementara untuk akan usia di bawah 3 tahun diberikan vaksin DPT-HB. Menurut Budi, imunisasi ini juga untuk anak-anak yang memiliki imunisasi tidak lengkap. Tim yang dilibatkan adalah Posyandu, Puskesmas, Ponpes dan Sekolah.

Selain menggelar imuniasai serentak, Dinkes Jatim juga menggerakkan tim surveilance untuk mendeteksi penyakit yang disebabkan oleh Corynebacterium Diphtheriae. Kata Budi, penyakit difteri ini menjangkit akibat pergerakkan penduduk dan faktor geografi.

"Banyak kasus di negara lain menunjukkan imunisasi yang berlangsung statis membuat penyakit ini muncul kembali. Imunisasi di Jatim tidak bisa maksimal 100 persen karena banyaknya penduduk musiman di suatu daerah dan yang tinggal di lokasi terpencil, sehingga mengakibatkan tidak menerima rangkaian imunisasi secara lengkap," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan data dari Dinkes Jatim hingga 20 Oktober 2012 jumlah kasus Difteri di Jatim mencapai 710 penderita. Dari jumlah tersebut, 20 orang di antaranya meninggal dunia. Penyakit Difteri sudah menyerang 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sejak tahun 2011.

Tahun 2011 jumlah kasus Difteri sebanyak 664 penderita dan 20 orang meninggal dunia. Insiden tertinggi di Kota Malang sedangkan pada tahun 2012 kasus terbanyak di Kabupaten Situbondo dengan 113 kasus dan meninggal 7 orang. Di susul Kabupaten Jombang dengan 87 kasus dengan 11 orang meninggal dunia.
 
 
 

Penodongan di Jombang!

Penodongan di Jombang: Ngancam Pake Golok Dapat Rp 3.000, Benjut Digebuki Massa!

Tribunnews.com - Senin, 12 November 2012 16:06 WIB

TRIBUNNEWS.COM,JOMBANG - Ini namanya penjahat apes. Betapa tidak, berisial "AC", berandal anak baru gede (ABG) warga Desa Tejo Kecamatan Mojoagung, Jombang, babak belur digebuki massa usai melakukan penodongan. Padahal, hasil penodongan dengan golok pelaku hanya mendapatkan uang Rp 3.000. 

Kasubbag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo, menjelaskan, pelaku tertangkap pada Minggu (11/11/2012) malam. Awalnya, ACH mengendarai sepeda motor bersama dua temannya.
  
Komplotan ini mendatangi Nur Salim (19), warga Desa Janti Kecamatan Jogoroto, yang sedang santai pacarnya, Maisaroh (15), di tepi jalan lingkar Mojoagung.
  
Aditya  tanpa basa-basi langsung menodongkan sebilah golok ke arah sepasang sejoli korbannya itu. ACH mengancam akan membacok Nur Salim jika tidak menyerahkan uang dan barang berharga miliknya.
  
Nur Salim menyerahkan ponsel miliknya serta dompet yang berisi uang Rp 3.000. Ternyata itu merupakan strategi saja. Pasalnya, setelah barang tersebut diserahkan, Salim langsung berteriak minta tolong.
  
Warga sekitar yang mendengar teriakan itu beramai-ramai menghadang bandit ABG yang hendak kabur tersebut. Dua berandal berhasil kabur, namun apes bagi ACH, ia tertangkap hingga menjadi bulan-bulanan massa. Setelah babak belur, pelaku diserahkan ke polisi.
  
"Satu orang berhasil kita tangkap, sedangkan dua lainnya kabur dan masih kami buru. Kami juga menyita barang bukti satu ponsel Merk Mito Tipe 266, uang tunai Rp 3.000, serta sebilah golok yang digunakan pelaku," pungkas Widodo, Senin (12/11/2012).


Gali Septic Tank, Warga Jombang Temukan Sumur Kuno!

 
Senin, 12 November 2012 13:54:27 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang  - Warga Desa Plandi Kecamatan Jombang kota menemukan sumur tua sedalam 3 meter dengan diameter 60 sentimeter,
Senin (12/11/2012).

Sumur bata itu ditemukan secara tidak sengaja, yakni saat warga menggali tanah untuk membuat septictank atau bak penampungan kotoran .

Sumur tersebut ditemukan di pekarangan rumah milik Saiful (43), warga setempat. Awalnya, Saiful membangun rumah di pekarangan itu. Setelah rumah hampir jadi, warga Desa Plandi ini kemudian membuat septictank.

Awalnya tidak ada kejanggalan dalam pembuatan bak penampungan itu. Namun saat menggali di kedalam 0,5 meter, mata cangkul para pekerja menghantam benda keras. Para pekerja tidak curiga, penggalian pun terus dilakukan.

Namun aneh, benda keras itu terpendam terus hingga ke bawah. Karena curiga, Saiful meminta pekerja untuk berhenti menggali. Mereka kemudian bersama-sama memeriksa benda keras tersebut. Nah, dari situlah diketahui jika benda tersebut adalah tumpukan bata merah yang membentuk sumur.

Saiful mengungkapkan, di dalam sumur tersebut juga ditemukan pecahan keramik dan tulang belulang. Meski begitu, ia tidak berani berspekulasi apakah sumur tersebut peninggalan zaman kerajaan.

Ia hanya menduga bahwa sumur itu berusia lebih dari 100 tahun. Pasalnya, pemilik pekarangan itu usianya sudah lebih dari 100 tahun. Dan selama itu pula, mereka tidak mengetahui bahwa ada sumur terpendam.

Temuan sumur itu juga mengundang warga setempat. Warga berbondong-bondong untuk melihat benda kuno tersebut. "Saya sudah puluhan tahun tinggal di Desa Plandi. Namun tidak pernah tahu kalau ada sumur yang terpendam," kata Santoso, warga yang melihat penemuan tersebut. [suf/ted]