Tragis, Gara-gara Mencuri 1 Dos Keramik, Ibu di Jombang Masuk Bui

Rabu, 21 November 2012 17:21 WIB
 
JOMBANG- Munawaroh (51), asal Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Jombang, harus berurusan dengan polisi dan mendekam dalam sel tahanan Mapolsek Megaluh, Rabu (21/11/2012).

Pasalnya, perempuan yang berstatus ibu rumah tangga ini nekat mencuri satu dos keramik dari toko bangunan di Desa kedungrejo, Kecamatan Megaluh.

Penangkapan terhadap tersangka berawal ketika dirinya melintasi toko bangunan Mulya Dadi, milik M Muliono (59), asal Desa Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, sekitar pukul 08.00 WIB

Saat itu, Muliono baru saja membuka toko dan masih sibuk menyiapkan dan menata barang dagangan berupa berbagai bahan bangunan.

Saat melihat korban lengah, tersangka beraksi. Dia langsung masuk toko dan segera mencuri satu dos keramik. Usai, tersangka segera kabur.

Nahas bagi tersangka, seorang warga memergoki ulah tersangka. Warga itu segera memberitahukan ulah tersangka kepada pemilik toko, Muliono.

Muliono segera mengejar tersangka, dan baru tertangkap saat memasuki wilayah Kecamatan Ploso. Selanjutnya, tersangka diamankan dan diserahkan ke Polsek Ploso. Bersamaan itu juga disita barang bukti satu dos keramik

"Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Megaluh, maka kasusnya ditangani anggota Polsek Megaluh," tegas Kasubbag Humas Polres Jombang.AKP Sugeng Widodo. Disebutkan, barang yang dicuri harganya sekitar Rp 40.000.


Ibu-Ibu Demo, Kantor DPRD Dilempari Wajan!

JOMBANG- Sejumlah aktivis perempuan dan Ibu-Ibu Rumah tangga menggelar aksi demonstrasi memperingati hari antikekerasan terhadap perempuan, di kantor DPRD Jombang, Jawa Timur, Rabu (21/11/2012).

Namun, aksi tersebut berakhir ricuh karena tidak ada satupun anggota DPRD yang berada di kantornya. Para perempuan tersebut mengamuk dengan mengacak-acak kantor DPRD. Bahkan ada yang melempari ruangan anggota DPRD dengan Panci, wajan dan mencantolkan sejumlah alat dapur di kantor wakil rakyat tersebut.

Para Aktivis perempuan itu dengan leluasa masuk ke ruang anggota Dewan karena tidak ada penjagaan ketat dari aparat polisi pamong praja maupun polisi.  Pemicu amarah para aktvisi tersebut disebabkan karena belum ada satupun anggota DPRD jombang yang  masuk kantor, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 WIB.

Dengan penuh emosi, sambil menggedor-gedor pintu para aktivis perempuan ini kemudian menggeledah ruang kerja wakil rakyat satu persatu. Para aktivis perempuan ini kemudian bergerak ke ruang komisi D yang membidangi perempuan, hasilnya ternyata sama ruang ini juga kosong melompong.

"Kami kecewa dengan pejabat DPRD yang tidak serius dalam menangani kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, Jangankan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan untuk urusan masuk kerja saja para wakil rakyat tersebut juga terbukti suka molor atau bahkan bolos kerja,” kata seorang aktivis, Rima.

Sementara itu, sejumlah petugas dari Polres Jombang terlambat datang dan baru tiba di kantor DPRD setelah aksi tersebut berakhir.
(Mukhtar Bagus/Sindo TV/ugo)


Kakek 58 Tahun Asal Peterongan Jombang Cabuli Bocah TK!

Selasa, 20 November 2012 04:03 wib wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JOMBANG – Seorang bocah enam tahun jadi korban pencabulan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pelaku yang seusia kakek korban kemudian ditangkap polisi.

Setelah nyaris menjadi sasaran amuk warga, Mahmud (58), warga Desa Kepuhkembeng Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang, langsung ditangkap dan diamankan oleh petugas ke Mapolres setempat. 

Kakek yang sudah memiliki cucu ini sengaja ditangkap setelah polisi mendapat laporan perbuatan pelaku yang tega mencabuli bocah berinisial TA. Korban yang masih belajar di taman kanak-kanak itu merupakan tetangganya sendiri.

Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo menjelaskan perbuatan tersangka terungkap setelah korban mengadu ke orang tua apa yang dialaminya. Seketika, orang tua korban emosi dan langsung melaporkan kasus ini kepada polis.

Kepada petugas, tersangka mengakui tuduhan tersebut namun menurutnya ia hanya meraba-raba saja bagian alat vital korban. Perbuatan tak senonoh itu dilakukannya setiap korban pulang mengaji dari Musala setempat. Dia mengajak korban mampir ke rumahnya dengan janji akan diberi pelajaran tambahan agar lebih pintar.

“Bukan diajar mengaji, tapi korban justru diperlakukan tidak senonoh hingga berkali-kali. Kami juga masih menunggu hasil visum korban,” kata Sugeng.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ris)
 
 

Mahasiswa Jombang Kutuk Invasi Israel atas Jalur Gaza

Selasa, 20 November 2012 19:37 WIB

Mahasiswa Jombang Kutuk Invasi Israel atas Jalur Gaza
Tribun Jabar/GANI KURNIAWAN
Dua orang relawan dari Indonesia Tanpa Jil Chapter Bandung menggalang dana dari masyarakat di kawasan Car Free Day (CFD) Dago, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (18/11). Aksi solidaritas Indonesia For Gaza ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia, dan hasilnya akan disumbangkan untuk warga Palestina di jalur Gaza yang menjadi korban serangan Israel. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan) 
Laporan Wartawan Surya, Sutono
JOMBANG – Aksi keprihatinan terhadap serangan Israel yang membabi buta terhadap jalur Gaza, Palestina, menjalar ke Jombang. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa peduli Gaza menggelar solidaritas, Selasa (20/11/2012).
  
Selain membagi selebaran, dalam aksi yang dimulai dari perempatan Pujasera Kebonrojo hingga gedung DPRD itu, para aktivis juga menggalang dana untuk para korban penyerbuan Israel di wilayah Gaza.
  
“Uang yang terkumpul akan kami salurkan ke wilayah Gaza melalui KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) Jakarta,” kata Halib Budiman, korlap aksi.
  
Aksi yang tersebut diikuti dua elemen. Yakni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) dan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (LDSK) Jombang.
  
Para mahasiswa memulai aksinya dengan berorasi di perempatan Pujasera Kebonrojo. Sembari berorasi, beberapa mahasiswa menampung donasi dari pengguna jalan di sudut-sudut perempatan menggunakan kardus.
  
“Kami mengutuk invasi Israel ke jalur Gaza, yang merupakan wilayah Negara Palestina merdeka,” tegas Halib. Selain itu, dalam orasinya, dia juga mendesak PBB mengambil langkah tegas guna menghentikan serangan Israel.
  
Usai orasi di perempatan Pujasera Kebonrojo, mereka kemudian bergeser ke depan Pemkab Jombang dan depan DPRD setempat. Di dua tempat iotu, mereka juga melakukan hal serupa, orasi mengutuk Israel dan menghimpun dana untuk korban invasi Israel di Gaza.


Warga Tembelang dibegal di Kudu Jombang!

Kepala Usman Dihajar Parang, Motor Dirampas
 
Selasa, 20 November 2012 12:42:54 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang - Nasib apes dialami Usman (39), warga Desa Jatiwates Kecamatan Tembelang, Jombang. Ia menjadi korban keberingasan bandit jalanan saat melintas di Jalan Raya Tapen Kecamatan Kudu, Selasa pagi (20/11/2012). Kepala Usman dicacah parang, setelah itu motor jenis Honda Vario miliknya dibawa kabur pelaku.

Tak ada yang tahu persis kejadian perampasan itu. Warga setempat baru mengetahui ketika Usman tertelungkup di pinggir sungai dengan luka bersimbah darah. Usman berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu kemudian membawa korban ke Puskesmas setempat. Karena luka yang diderita cukup parah, akhirnya korban dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) RSUD Jombang.

"Saat kami tolong, terdapat luka bacokan di bagian kepala korban. Selain itu, korban juga dibuang di pinggir kali. Korban sempat bercerita, motornya dirampas dua orang tak dikenal," kata Satip, warga Tapen yang ikut menolong korban.

Hal itu dibenarkan Siti Yuliasih (32), istri korban. Menurutnya, petaka itu berawal ketika suaminya pulang dari tempatnya praktik di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Selama ini Usman memang membuka tempat pengobatan alternatif di desa tersebut. Sekitar pukul 03.00 WIB, Usman hendak pulang ke Desa Jatiwates.

Namun ironis, Usman tidak menyadari kalau dirinya sudah dibuntuti oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor secara berboncengan. Nah, saat melintas di Jalan Raya Tapen, kondisi jalanan tersebut sepi. Saat itulah salah satu dari pelaku membabatkan parang ke arah korban. Crok!! Sabetan senjata tajam itu mendarat di tengkuk korban. Usman roboh bersimbah darah.

Tidak cukup itu saja. Pelaku kemudian merampas motor Vario milik Usman. Sedangkan korban yang sudah tidak berdaya dilempar ke pinggir sungai. "Kami sudah menerima laporan tersebut. Namun kami belum bisa meminta keterangan korban, karena yang bersangkutan masih menjalani perawatan di RSUD Jombang," kata Kasubbag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo. [air/suf]


Warga Sumobito Jombang Tertangkap Edarkan Uang Palsu!

Tiga Pengedar Upal Rp 81,2 Juta Disergap

Senin, 19 November 2012 17:17 WIB

Tiga Pengedar Upal Rp 81,2 Juta Disergap
surya/cornelius
Barang bukti upal Rp 80 Juta yang disita polisi
KEDIRI - Polisi menggagalkan upaya peredaran uang palsu (upal) di Kabupaten Kediri. Tiga orang pengedar upal disergap petugas, saat hendak bertransaksi di tempat parkir sebuah rumah sakit swasta di Kecamatan Pare, Jumat (16/11/2012).
Petugas menyita tumpukan upal senilai Rp 81,2 juta yang akan diedarkan oleh para tersangka.

Ketiga tersangka yang ditangkap yakni Subandi (43) warga Donomulyo Kabupaten Malang, Solikin (61) warga Sumobito Jombang dan Soleh (33) warga Sukun Kota Malang. Gerak – gerik ketiga tersangka terus diamati setelah polisi menerima informasi rencana transaksi upal. 

Sewaktu mereka memasuki tempat parkir rumah sakit dengan menumpang mobil Toyota Avanza bernomor polisi N 1553 YF, petugas langsung menghentikannya.
Ketika digeledah, ternyata ketiga tersangka membawa upal yang siap edar. Tumpukan upal tersebut terdiri dari upal pecahan Rp 100.000 sebanyak 810 lembar dan pecahan Rp 50.000 sebanyak empat lembar. Berdasarkan temuan tersebut, petugas langsung menangkap ketiga tersangka.

“Sebelum menunggu transaksi di rumah sakit, para tersangka sempat mengedarkan upal. Ini berdasarkan dugaan upal yang mereka bawa jumlahnya jauh lebih besar dari yang disita,” terang Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Edi Herwiyanto, Senin (19/11/2012) sore.
Dalam pemeriksaan petugas, para tersangka mengaku mendapatkan upal dari seseorang yang mengaku bernama Erwin. Dari Erwin yang mereka kenal tujuh bulan lalu itulah, ketiga tersangka membeli upal Rp 81,2 juta dengan harga Rp 12,5 juta.

Upal tersebut rencananya akan dijual kembali seharga Rp 15 juta. “Saya beli di bus. Harganya Rp 12,5 juta. Rencananya mau saya jual lagi pada Pepi yang sudah pesan dengan harga Rp 15 juta,” ujar Subandi, salah satu tersangka. Sementara itu, ketiga tersangka pengedar upal yang tertangkap ini ditengarai merupakan anggota komplotan pengedar upal yang cukup lama beroperasi. Dugaan ini muncul karena salah satu tersangka, yakni Solikin juga pernah tertangkap dalam kasus upal pada 2007. 

Bahkan saat itu, Solikin diketahui merupakan anggota jaringan yang memiliki tujuh lokasi pembuatan upal di berbagai tempat. Saat ini, polisi terus mengembangkan penyelidikan terhadap kasus tersebut.


Warga Jogoroto Jombang Meninggal di Sumur Mushola

Byurr! Riski Tewas Kecebur Sumur Musola
Kamis, 15 November 2012 13:54:45 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono


Jombang  - Riski Mulyanto (19), warga Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang ditemukan tewas di dasar sumur musola desa setempat. Kuat dugaan, penyakit epilepsi korban kambuh saat duduk di bibir sumur. Kasus tersebut ditangani polsek setempat.

Kapolsek Jogoroto, AKP Purwo Atmojo, Kamis (15/11/2012), mengatakan, peristiwa itu diketahui pasa Rabu sekitar pukul 17.30 WIB. Sebelumnya, korban sedang menjalankan aktifitas rutinnya, yakni menyapu halaman
mushola setempat.

Usai membersihkan halaman, Riski kelelahan. Ia kemudian duduk di bibir sumur. Tanpa diduga, korban tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang. Korban pun seketika terjatuh masuk ke dalam sumur.

Bersamaan itu, salah satu tetangga korban yang kebetulan melintas melihatnya. Kontan saja, dia segera berlari untuk menolong korban. Sayangnya, dia tak bisa berbuat banyak, karena korban sudah berada di dalam sumur.

Selanjutnya, kejadian itu ia kabarkannya ke warga lainnya untuk membantu menolong. Warga juga melaporkan kejadian itu ke polsek setempat. Tak lamam, beberapa petugas tiba dan dibantu warga berusaha mengevakuasi korban dari dalam sumur. "Meski berhasil dievakuasi, namun korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Atas permintaan keluarga, usai dilakukan visum luar, korban langsung disemayamkan untuk segera dimakamkan. Kejadian itu murni kecelakaan. Yakni penyakit epilepsinya kambuh," kata Purwo. [suf/ted]