Tragis, Ibu & Anak Tewas Terlindas Truk di Mojoagung Jombang

Kamis, 6 Desember 2012 14:38 wib wib
Truk yang melindas Rita dan Sinta (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Truk yang melindas Rita dan Sinta (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
JOMBANG - Seorang ibu dan anaknya tewas terlindas truk di Jalan Raya Jombang-Surabaya, tepatnya di Desa Tanggal Rejo, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (6/12/2012) siang.

Rita (30), dan anaknya, Sinta (7), tewas seketika dalam kondisi mengenaskan. Saat itu, Rita mengantar Sinta ke pasar untuk membeli tas.

Oleh warga, jenazah warga Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, langsung dibawa ke RSUD Jombang. Sementara, sopir truk, Misran (35), dan kernetnya langsung diamankan oleh polisi.

Sigit, saksi mata, mengatakan, saat melintas di TKP, sepeda motor yang dinaiki korban bersenggolan dengan truk yang dikemudikan Misarn. Dua kendaraan tersebut melaju dari arah yang sama.

Sepeda motor kemudian terjatuh dan masuk ke kolong truk. Kepala Rita dan Sinta langsung terlindas roda belakang truk.

Kanit Laka Polres Jombang, Ipda Darul Asifin, mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengetahui siapa sebenarnya yang bersalah. Misran dan kernetnya masih berada di mapolres untuk dimintai keterangan.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 
 

Terdakwa Kasus Pembunuhan Dipukuli 4 Pria di Pengadilan Negeri Jombang

Selasa, 4 Desember 2012 13:10 wib wib
Takrib terkapar di aspal usai dipukuli (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Takrib terkapar di aspal usai dipukuli (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
JOMBANG - Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihebohkan dengan pemukulan terhadap seorang terdakwa kasus pembunuhan.

Takrib, seorang terdakwa kasus pembunuhan, tiba-tiba diserang oleh empat pria tak dikenal saat baru turun dari mobil tahanan, Selasa (4/12/2012) siang. Seorang polisi dan petugas Kejaksaan yang mengawal terdakwa kewalahan menghadapi empat pria tersebut.

Korban yang sudah berusia lanjut itu babak belur dihajar para pelaku bertubi-tubi hingga tersungkur di tanah. Pria berusia 62 tahun itu kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan becak.

Empat pria tersebut sempat melawan polisi saat akan diamankan. Mereka akhirnya berhasil melarikan diri. Polisi hanya mengamankan sebuah sepeda motor milik pelaku yang ditinggal kabur.

Para pelaku diduga anggota keluarga korban yang dendam terhadap terdakwa. Akibat peristiwa tersebut, sidang terhadap Takrib ditunda sampai kondisi korban membaik.

Takrib disidang terkait pembunuhan terhadap Sumarni (55), warga Desa Alang-Alang Caruban, Kecamatan Jogoroto. Pembunuhan terhadap perempuan yang bekerja sebagai tukang pijat itu terjadi pada 11 September 2012.

Kasus pembunuhan terebut bermotif asmara. Takrib kesal karena Sumarni menolak cintanya. Dia pun berusaha memerkosa Sumarni di kebun jagung. Namun, karena korban melawan, Takrib menganiayanya hingga tewas.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 
 

Beri Les Fisika, Guru di Jombang Perkosa Siswinya hingga Hamil!

Minggu, 2 Desember 2012 14:15 wib wib
Sg di Mapolres Jombang (Dok: Mukhtar Bagus/ Sindo TV)
Sg di Mapolres Jombang (Dok: Mukhtar Bagus/ Sindo TV)
JOMBANG - Seorang guru fisika di sebuah madrasah tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memerkosa siswinya. Korban kini mengandung lima bulan.

Perbuatan Sg (33), warga Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, itu akhirnya diketahui orangtua karena curiga badan anaknya membesar. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polres Jombang. Petugas langsung meringkus pelaku tanpa perlawanan.

Kasubag Humas Polres Jombang, AKP Widodo, Minggu (2/12/212), menerangkan, modus pelaku memberi les pada sore hari. Pria yang sudah memiliki anak dan istri itu menyuruh korban, DL, pulang paling akhir dibanding teman-teman lainnya. Alasannya, Sg akan mentransfer ilmu kesaktian kepadanya.

Saat seluruh murid pulang, pelaku melancarkan aksinya. Dia memerkosa korban di dalam kelas. Korban tak berani melawan karena pelaku juga dikenal sebagai paranormal yang memiliki kesaktian. Dia juga kerap mengobati murid-murid yang kesurupan. Selain itu, korban takut karena pelaku mengaku sebagai titisan nabi.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, pelaku selalu menakut-nakuti korban bahwa hidupnya akan sengsara bila ada yang mengetahui kejadian ini.

Ketakutan korban itu dimanfaatkan pelaku untuk dijadikan obyek pelampiasan nafsunya selama empat tahun. Pemerkosaan sendiri berawal saat korban masih duduk di bangku kelas 2.

Meski sudah lulus dari MTs dan melanjutkan ke jenjang berikutnya, korban masih sering dijemput pelaku di sekolahnya dan dibawa ke sebuah tempat untuk disetubuhi kembali. Akibat perbuatan guru bejat tersebut, korban kini mengandung lima bulan.

Polisi menduga masih ada siswi-siswi lain yang juga menjadi korban nafsu bejat Sg. Polisi masih mendalami kasus ini.

Sg terancam akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 

Siswi Korban Pemerkosaan Bermodus Les Fisika Tak Cuma Satu!

Senin, 3 Desember 2012 09:28 wib wib
Sg di Mapolres Jombang (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Sg di Mapolres Jombang (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
JOMBANG - Siswi sebuah madrasah tsnawiyah (MTs) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, yang menjadi korban pemerkosaan Sg (33), guru fisika yang mengaku sebagai titisan nabi, ternyata bukan hanya DL seorang.

Hal tersebut diungkapkan DL saat mendatangi Kantor Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LP2A) Kabupaten Jombang, Senin (3/12/2012) pagi tadi.

Menurut remaja yang kini hamil lima bulan akibat ulah Sg itu, ada beberapa teman dan adik kelasnya yang juga diperkosa pelaku. Modusnya dengan mengadakan les fisika, kemudian ada seorang siswi yang diminta pulang paling akhir untuk ditransfer ilmu.

Sama dengan DL, korban lain tidak berani mengadukan apa yang dialaminya karena takut. Alasannya, pria warga Desa Tondowulan, Kecamatan Plandaan, itu memiliki kesaktian dan mengaku sebagai titisan nabi.

Ketakutan para korban itu dimanfaatkan Sg dengan terus menerus memerkosa mereka. DL kali pertama diperkosa saat dia masih duduk di bangku kelas 2 atau saat masih berusia 13 tahun. Setelah lulus pun, DL masih dikejar-kejar Sg untuk disetubuhi.

Kini, DL menjalani konseling untuk memulihkan kondisi psikologisnya

Perbuatan Sg diketahui setelah orangtua DL curiga dengan perut anaknya yang terus membesar. Setelah diperiksa, dipastikan DL sudah hamil lima bulan. Korban akhirnya menceritakan apa yang dialaminya ke orangtua kemudian kasus ini dilaporkan ke polisi. Sg kini sudah ditahan di Mapolres Jombang.

Sementara itu, Ketua LP2A Jombang, Sholahudin, menjelaskan, status pelaku sebagai paranormal membuat para siswa takut sehingga tidak pernah ada yang berani menolak diperintahnya.

Tak hanya itu, korban juga dipukuli oleh pelaku gara-gara menghindar dan menolak berhubungan badan.

LP2A juga meyakini ada siswi lain yang menjadi korban perbuatan keji Sg. Sholahudin mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan mendatangi MTs tempat Sg mengajar.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 
 

Wanita Cantik & Pintar Asal Jombang, Jadi Korban Pembunuhan Oleh Teman Sendiri

Rekan Kerja Curigai Ada Motif Lain di Kasus Ellen
 
Minggu, 02 Desember 2012 16:44:47 WIB
Reporter : Kuntoro Rido Astomo

Surabaya (beritajatim.com) - Tewasnya Ellen Carollina (24), asal Jalan Abdul Rahman Shaleh no 49 Jombang yang menjadi korban pembunuhan oleh tersangka Limanto Hartono alias I We alias Erik alias Roni (24) dan Joko Slamet alias Tonggos (17), sempat membuat shock rekan-rekannya satu kantor di PT Asco Prima Mobilindo jalan Mastrip 180, Surabaya.

Bahkan, salah satu rekan satu timnya sebagai sales, Noval Yudho (34), dirinya tidak menyangka jika peristiwa tragis tersebut harus dialami Ellen. "Tidak hanya saya, semua teman-teman kantor juga terpukul dan tidak menyangka hal ini bisa menimpa Ellen," ungkap Noval kepada beritajatim.com, Minggu (2/12/2012).

Sebab di mata Noval dan teman-temannya, Ellen adalah sosok perempuan yang baik dan sopan kepada siapapun. "Memang Ellen orangnya pendiam, tapi dia sangat baik dan sopan kepada siapapun, termasuk kepada custumer," tambahnya.

Dari sisi pekerjaan, lanjut Noval, Ellen juga cukup fokus. Buktinya, satu bulan lalu Ellen sempat menjadi sales terbaik PT Asco Prima Mobilindo cabang Mastrip. "Dia bagus dan sangat fokus dengan pekerjaannya. Itulah kenapa dia juga sempat dikirim ke Jakarta untuk mengikuti training satu bulan lalu," kata Noval.

Namun yang kini masih menjadi penasaran rekan-rekannya, apa motif dibalik kasus pembunuhan Ellen, masih menjadi tanda tanya besar. "Sebab menurut saya tidak mungkin kalau Ellen dibunuh hanya gara-gara uang yang nominalnya tidak besar. Makanya, kita penasaran ada apa?" bebernya.

Oleh sebab itu, Noval berharap pihak kepolisian bisa mengungkap apa yang menjadi motif sebenarnya atas apa yang dialami sahabatnya itu. "Kasihan mas, orang tuanya sangat terpukul sekali saat kita takziah di rumahnya di Jombang," pungkasnya. [kun]


Berangkat dari Gudo, Mau Menghadiri Hajatan, Sekeluarga Masuk RSUD Jombang

Laka Beruntun, 9 Luka Berat dan 3 Luka Ringan
 
Jum'at, 30 November 2012 16:57:55 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang (beritajatim.com)--Kecelakaan beruntun yang melibatkan angkutan kota (angkot), mobil jenis Avanza dan sepeda motor terjadi di Jalan Hasyim Asyari atau di Jalan Raya Parimono, Jombang Kota, Jumat (30/11/2012). Akibatnya, sembilan orang mengalami luka berat dan tiga orang lainnya luka ringan.

Seluruh korban kecelakaan tersebut dilarikan ke RSUD Jombang guna mendapatkan perawatan. Sedangkan tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan di Satlantas Polres Jombang.

Kanitlaka Satlantas Polres Jombang, Ipda Darul Asifin mengungkapan, tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu adalah angkot sarat penumpang bernopol S 487 UW, mobil pribadi jenis Avanza bernopol S 572 V dan sepeda motor bernopol AG 5128 JN.

Kecelakaan bermula ketika mobil Avanza yang dikemudikan Syamsudin (45) bergerak dari arah Utara. Syamsudin hendak pulang ke rumahnya yang ada di Desa Cukir, Kecamatan Diwek. Meski sedang membawa keluarganya yang berjumlah empat orang, namun Syamsudin memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Nah, saat berada di kawasan Dusun Parimono, tiba-tiba saja mobil Avanza tersebut selip dan berbelok ke arah kanan. Ironisnya, pada saat bersamaan, melaju sebuah angkot sarat penumpang dari arah berlawanan.

Bruakk!! Tabrakan dua kendaraan itu tidak bisa terhidarkan. Di belakang angkot yang dikemudikan Ghufron ini juga ada sepeda motor yang melaju kencang. "Sehingga tabrakan beruntun dengan tiga kendaraan tidak bisa dihindarkan. Dugaan sementara, kecelakaan itu disebabkan ulah sopir mobil Avanza yang mengantuk. Tiba-tiba saja Avanza selip saat di jalan," tambah Darul.

Darul juga memastikan, kecelakaan tersebut menyebabkan 9 orang mengalami luka berat. Mereka merupakan penumpang Avanza dan juga penumpang angkot. Sedangkan yang mengalami luka ringan sebanyak 3 orang.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun akibat kecelakaan tersebut, jalur Jombang-Malang mengalami kemacetan hampir dua jam. Maklum saja, bangkai tiga kendaraan tersebut melintang di tengah badan jalan. [air/suf]


NB: Turut Simpati buat keluarga Bpk Co Hei (salah seorang pengurus Klenteng Hong San Kiong, Gudo), semoga seluruh anggota keluarga yang masuk RSUD Jombang diberi keselamatan dan lekas diberi kesembuhan, dan turut berbela sungkawa buat sopir angkot Lyn B asal desa Sukoiber Gudo yang kabarnya meninggal dunia, semoga arwahnya diterima disisinNya dan diberi ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkannya, amiennn...


Gabung Persebaya, Bima Ragil Masih Terganjal PSSI Jombang

 Jumat, 30 November 2012 19:37 WIB

Gabung Persebaya, Bima Masih Terganjal PSSI Jombang
Bima Ragil 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Terancam batalnya Bima Ragil, pesepak bola muda asal Jombang memperkuat Persebaya LPI, diduga bukan masalah administrasi terkait dualisme Pengcab PSSI Jombang.
Melainkan, kebijakan Pengcab PSSI Jombang yang meminta uang pembinaan dari Persebaya dalam jumlah cukup besar, Rp 100 juta.

Dalam pengakuannya, Bima Ragil mengatakan informasi dirinya terancam gagal gabung Persebaya Ijo akibat persoalan tersebut dari coach manager Ibnu Grahan, melalui Black Berry Mesenger (BBM). 
Dalam BBM itu, kata Bima Ragil, Ibnu Grahan mengatakan Ketua Pengcab PSSI Jombang, Marsaid, minta uang pembinaan Rp 100 juta baru bersedia melepas Bima Ragil. Begitu baca BBM itu, Bima kaget dan sekaligus kecewa. 

"Saya menerima BBM itu minggu lalu. Saya jadi sangat khawatir bakal batal masuk Persebaya, karena tak mampu bayar permintaan Pak Marsaid. Apalagi, hari ini saya disuruh pulang ke Jombang, dan dilarang kembali jika tidak membawa surat rekomendasi Pengcab Jombang," ujar Bima, Jumat (30/11/2012).
Pemain yang pernah memperkuat Timnas U-22 ini mengatakan, sejak sekitar dua bulan lalu ditarik Persebaya. Sejak itu pula Bima berlatih bersama tim kebanggaan Kota Pahlawan tersebut. 
Namun, hingga kini, Bima belum melengkapi adminitrasi berupa surat pelepasan dari Perseba (Persatuan Sepak Bola Banjardowo) Jombang, yang diketahui (ditandatangani) Pengcab PSSI setempat.
Sekitar seminggu lalu, Bima mengurus surat yang diminta manajemen Persebaya. Namun, hingga sekarang belum bisa mendapatkan surat tersebut, karena Marsaid selaku Ketua Pengcab PSSI Jombang, meminta uang pembinaan sebesar Rp 100 juta. "Kalau Pak Marsaid tidak menandatangani surat itu, saya gagal masuk Persebaya." ujarnya.

Terpisah, Ketua Pengcab PSSI Jombang, Marsaid, menampik tudingan dirinya menghambat Bima Ragil gabung Persebaya. Ia menegaskan tidak pernah meminta uang Rp 100 juta kepeda Bima, untuk menandatangi surat pelepasan tersebut. 
amun Marsaid mengatakan, masalah uang tersebut adalah persoalan intern Pengcab PSSI Jombang dengan Persebaya. "Bima tidak usah mikir masalah uang. Karena hal itu urusan intern Pengcab dengan Persebaya. Suratnya sudah kami siapkan, Bima bisa datang dan mengambilnya," kata Marsaid melalui ponselnya.
       
Lebih lanjut Marsaid mengatakan, pada dasarnya ia sangat berharap Bima bisa masuk tim Persebaya. "Kami bangga jika Bima masuk tim Persebaya yang tentunya bisa membawa nama baik Pengcab Jombang. Karena itu, secepatnya Bima datang pada kami. Tidak usah dia membahas masalah uang tersebut," pungkas Marsaid.(Sutono/Surya)


Sopir Bus Asal Jombang Diamuk Massa!

Sebelum Tabrak Bidan, Bus Pahala Kencana Ugal-Ugalan
 
Selasa, 27 November 2012 07:13:23 WIB
Reporter : M Muthohar

Tuban - Kasus kecelakaan bus Pahala Kencana yang menewaskan seorang Bidan muda yang berbuntut pengrusakan bus, dipicu  kekesalan warga terhadap bus malam jurusan Surabaya-Jakarta yang dinilai berjalan ugal-ugalan.

Dari keterangan sejumlah warga, meski melewati kawasan perkampungan nelayan, bus Pahala Kencana masih melaju dengan kecepatan tinggi.

"Tadi saya liha,t sebelum menabrak bidan itu busnya memang berjalan kencang sekali. Tahu-tahu kemudian langsung menabrak bidan itu. Makanya ini warga sangat marah, karena jalannya ugal-ugalan," ujar salah satu warga yang saat itu di lokasi kejadian.

Warga yang marah tersebut langsung menyerang dan menghantami bus Pahala Kencana itu dengan menggunakan batu bata hingga mengalami kerusakan parah di seluruh bagian kacanya. Tak hanya itu massa juga nyaris membakar bus tersebut, beruntung berhasil diredam oleh petugas kepolisian yang datang di tempat kejadian perkara.

Sebelum terjadi amuk massa terhadap bus malam itu, massa meminta  puluhan penumpang yang akan pergi ke Jakarta terlebih dahulu disuruh keluar dari bus. Penumpang dipersilakan membawa barang-barangnya. Karena itu tidak ada penumpang yang terluka.

"Para penumpang kemudian langsung kita evakuasi dan kita bawa ke Mapolsek Tambakboyo untuk menunggu angkutan pengantinya. Dan semua penumpang dalam keadaan selamat," tegas Kompol Kuwadi, Waka Polres Tuban.

Sementara itu, setelah sempat kabur akhirnya Marianus (43), pengemudi dari
Bus Pahala Kencana nopol B 7908 JZ yang dirusak ratusan massa tersebut langsung menyerahkan diri ke Mapolres Tuban. Pengemudi asal Kabupaten Jombang tersebut kabur lantaran takut ikut menjadi korban amuk massa.

Saat ini pengemudi bus tersebut sudah diamankan untuk dimintai keterangan atas kejadian kecelakaan maut itu. Sejumlah anggota dari unit Laka Sat Lantas Polres Tuban juga telah melakukan olah TKP untuk mengetahui kejadian pasti dalam kecelakaan itu.(Mut)