Tradisi Bawalan Usai Ibadah Gereja di Jombang

Rabu, 26 Desember 2012 - 11:04 wib
Mukhtar Bagus - Sindo TV
Foto : Mukhtar Bagus/
Foto : Mukhtar Bagus/
JOMBANG - Umat Kristiani yang tengah merayakan Natal, mengimplementasikannya dengan berbagai macam kebudayaan lokal. Di Jombang, mereka melakukan ritual Bawalan usai menjalankan ibadah di gereja.

Bawalan merupakan bentuk tradisi umat Kristiani di Jombang , Jawa Timur, yakni saling mengunjungi tetangga dan kerabat, untuk saling meminta maaf dan memberi ucapan selamat Natal. Mereka meyakini, tradisi saling memaafkan dan bersilaturahmi ini merupakan upaya untuk menghapus dan membersihkan diri dari dosa.

Tidak hanya umat Kristiani, para muslimin pun turut berkunjung dan memberi ucapan selamat Natal, sebagai simbol kerukunan antarumat beragama. Bagi Warga Jombang, tradisi Bawalan merupakan tradisi yang sudah mereka jalankan secara turun temurun. Hingga saat ini masih terus dilakukan warga di Desa Bongsorejo, Kecamatan Diwek , Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Biasanya, keluarga umat kristiani ini juga menyediakan aneka hidangan atau kue untuk disuguhkan pada setiap tamu yang datang.

(Mukhtar Bagus/Sindo TV/rhs)


 

Walah... di Jombang Ada Pelajar SMP Tertangkap Mesum di Hotel

Minggu, 16 Desember 2012 23:09 wib wib
Ilustrasi mesum
Ilustrasi mesum
JOMBANG- Petugas Kepolisian menangkap tiga gadis pelajar dan sembilan ibu rumah tangga beserta pria hidung belang disejumlah hotel kelas melati di Kota Jombang, Jawa Timur.

Razia ini dilakukan petugas di hotel-hotel kelas melati di Kota Jombang, Jawa Timur, pada Minggu (16/12/2012) siang. Petugas langsung mendatangi kamar-kamar dan memeriksa penghuninya satu persatu.

Mereka yang bukan berstatus suami istri langsung digiring keluar dan dinaikkan mobil patroli. Beberapa hotel yang di razia petugas di antaranya adalah Hotel Netral, Hotel Borobudur, Hotel New Melati, dan Hotel Kartika.

Setelah didata, satu di antara pria selingkuhan para ibu rumah tangga adalah seorang perangkat desa di Kecamatan Kudu, Jombang. Selain ibu-ibu rumah tangga, polisi juga menangkap tiga rema. Satu di antaranya masih mengenakan seragam sekolah (SMP).

Proses penggerebekan para pasangan mesum ini menarik perhatian warga di sekitar hotel. Saat para pasangan mesum digiring keluar dan dinaikkan mobil patroli, warga langsung meneriakinya beramai-ramai.

Kapolsek Kota Jombang, AKP Tunggul Yahman, mengaku, sengaja menggelar razia karena banyak mendapat laporan dari masyarakat yang mengaku gerah dengan maraknya aksi mesum di hotel-hotel kelas melati di Kota Jombang.

Dia menjelaskan, kepada mereka yang tertangkap akan diberi pembinaan dan untuk mereka yang membawa gadis di bawah umur akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / kem)
 
 

Bom Aktif Seberat 1 Kuintal Ditemukan di Sumobito Jombang

Sabtu, 15 Desember 2012 15:50 wib
Bom seberat 1 kuintal dievakuasi (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
Bom seberat 1 kuintal dievakuasi (Dok: Mukhtar Bagus/Sindo TV)
JOMBANG - Warga di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihebohkan dengan ditemukannya sebuah bom berbentuk rudal masih aktif seberat hampir 1 kuintal di lokasi pembangunan jalan antara Jombang dengan Mojokerto.

Rudal sepanjang 1,2 meter tersebut ditemukan para pekerja saat menggali tanah untuk pembangunan jalan di Desa Madyopuro, Kecamatan Sumobito, Sabtu (15/12/2012) siang.

Kapolsek Sumobito, AKP Fathurohman, memastikan bahwa rudal tersebut masih aktif dan membahayakan. Dia menduga, rudal itu merupakan peninggalan penjajah Belanda. Bom dijatuhkan dari pesawat, namun tidak sampai meledak. Seiring berjalannya waktu, bom itu tertanam di dalam tanah. Menurutnya, di sekitar lokasi, dua tahun lalu juga ditemukan bom serupa.

Untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan, polisi dibantu aparat TNI mengevakuasi bom tersebut ke Mapolsek Sumobito.
(Sindo TV / Mukhtar Bagus / ton)
 
 

Kasihan Sekali, Depresi, Warga Pesanggrahan Gudo Jombang Gantung Diri


Ilustrasi.

 
Selasa, 11 Desember 2012 18:43:53 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang  - Winarto (37), warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Gudo, Jombang ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar mandi rumahnya, Selasa (11/12/2012). Bujang lapuk ini diduga stres karena penyakit kejiwaan yang menderanya.

Kasus bunuh diri tersebut langsung ditangani anggota polsek setempat. Informasi yang diperoleh, korban diketemukan sudah tak bernyawa dalam kamar mandi sekitar pukul 12.30 oleh ibu korban. Awalnya, tak ada yang aneh pada sikap korban meski selama ini diketahui menderita gangguan kejiwaan.

Bahkan, ibu korban sempat melihat anaknya masuk ke dalam kamar mandi. Namun hal tersebut tidak memantik kecurigaan, karena dalam kesehariannya Winarto memang kerap ke kamar mandi. Namun setelah sekian lama ditunggu, korban tak kunjung keluar. Nah, hal itu membuat sang ibu curiga. Apalagi, berulang kali pintu kamar mandi diketuk, tak ada jawaban.

Takut terjadi sesuatu, ibu korban kemudian meminta bantuan beberapa tetangga untuk mendobrak kamar mandi. Saat pintu terbuka itulah warga langsung menjerit karena korban ditemukan menggantung dan sudah tidak bernyawa.

Selanjutnya, warga melaporkan peristiwa tersebut ke perangkat desa setempat serta aparat kepolisian. "Korban murni meninggal karena murni bunuh diri. Kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya. Dari keterangan keluarga, korban menderita depresi dan sudah berobat namun tidak kunjung sembuh," ujar AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang. [suf/but]

NB: Mudah-mudahan keluarga diberikan ketabahan dalam menerima cobaan tragedi ini, serta diampuni segala salah + diterima segala amal almarhum, amien...


Sumobito Jombang: Tergiur Uang Berlipat, Rp 4,45 juta Malah Amblas!

Mau Masuk Tahun 2013 Masih Percaya Penggandaan Uang...???

 Rabu, 5 Desember 2012 17:22 WIB

Tergiur Uang Berlipat, Rp 4,45 juta Malah Amblas
9Tribun Lampung/Indra Simanjuntak)
Narti dan sang suami Karimun yang mengaku bisa menggandakan uang 
Laporan dariSutono wartawan Surya
JOMBANG - Gara-gara tergiur dengan janji seseorang yang mampu menggandakan uang, Suseno (49), warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, malah kehilangan uang total Rp 4,45 juta.
  
Uang tersebut tak kembali setelah diserahkan kepada Fauzi Asror (40), warga Dusun Sidokampir, Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, dengan maksud dilipatgandakan. Karena merasa tertipu, Suseno melaporkan Fauzi Asror ke Polres Jombang Rabu (5/12/12).
Dalam laporannya, korban menceritakan, kasus yang menimpanya berawal ketika dirinya berkenalan dengan terlapor, beberapa bulan lalu. Dari perkenalan tersebut, terlapor mengaku mampu menggandakan uang.
Dengan gaya bicara cukup meyakinkan, terlapor mengaku dengan bantuan dirinya, uang siapapun akan bertambah dua kali lipat dari semula. Korban yang percaya bualan terlapor berjanji ke rumah terlapor, guna menggandakan uangnya.

Pada 2 Agustus 2012 lalu, sekitar pukul 17.00 WIB, pelapor bersama istrinya datang ke rumah terlapor. Pertama korban menyerahkan uang Rp 4 juta, agar bisa digandakan oleh terlapor.
Usai terima uang tersebut, terlapor menyatakan dalam beberapa hari saja uang tersebut akan menjadi dua kali lipatnya. Mendengar itu, korban senang. Bahkan korban menambah uang Rp 450.000 untuk digandakan, sehingga total Rp 4.450.000.

Setelah batas waktu yang dijanjikan terlapor tiba, pelapor kembali datang untuk mengambil uang yang dijanjikan sudah digandakan. Namun setibanya disana, pelapor kecewa setengah mati.
Sebab, jangankan uang hasil penggandaan yang diberikan kepada pelapor, uang Rp 4.450.000 yang akan digandakan itu pun tidak ada alias telah dihabiskan terlapor. 

Korban tak terima dan meminta terlapor mengembalikannya. Terlapor pun berjanji kembalikan uang itu. Tapi janji tersebut hanya sebatas janji. Hingga sekarang uang milik korban tak dikembalikan terlapor.
“Pelapor atau korban sudah diminta keterangannya, termasuk juga saksi. Terlapor akan segera dipanggil untuk diminta keterangannya,” jelas Kasubbag Humas Polres Jombang, AKP Sugeng Widodo.


8 Balita di Jombang Positif HIV/AIDS

8 Balita di Jombang Positif HIV/AIDS

Senin, 3 Desember 2012 17:29 WIB

8 Balita di Jombang Positif HIV/AIDS
AFP/DIBYANGSHU SARKAR
Relawan India dan anggota dari sebuah organisasi sosial memegang plakat berbentuk pita untuk HIV / AIDS pesan kesadaran selama reli di Kolkata. Jum at (30/11/2012) pada malam Hari AIDS Dunia. Lembaga UNAIDS mengatakan sekitar 2,5 juta orang India yang hidup dengan HIV, banyak dari mereka dikucilkan oleh komunitas mereka. (AFP PHOTO/Dibyangshu SARKAR) 
Laporan dari Sutono wartawan Surya
JOMBANG - Sungguh memprihatinkan. Berdasarkan data ada di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jombang, sebanyak delapan balita di Kabupaten Jombang diketahui positif menderita HIV/AIDS. Para balita tersebut mendapatkan pantauan secara intensif oleh KPA.
  
Sekretaris KPA Jombang, Ashari, mengatakan, jumlah penderita HIV/AIDS di Jombang santri terus mengalami kenaikan hingga pada tahap mengkhawatirkan. Hingga Oktober tahun ini saja sudah tercatat 152 orang positif HIV.
  
Rinciannya, 34 perempuan yang sudah terpapar. Mereka umumnya ibu rumah tangga. Sedangkan untuk anak balita terdapat delapan anak yang terinfeksi HIV. Dan untuk usia produktif antara 15 – 29 tahun tercatat 116 orang.
  
Ashari menambahkan, untuk mengerem laju kenaikan penderita AIDS tersebut, Ashari berharap peran serta seluruh elemen masyarakat. Artinya, kata Ashari, tidak hanya KPA saja yang berkewajiban menaggulangi HIV-AIDS.
  
"Masyarakat juga memiliki peran serta dalam penanggulangan HIV-AIDS. Terutama dalam memerangi stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (orang dengan HIV/AID)," kata Ashari, Senin (3/12/2012).
  
Terpisah, Kabid Yankesmas Dinas Kesehatan Jombang, Dr Gaguk Heri Susanto, membenarkan fenomena tersebut. Sejauh ini, pihaknya terus memantau perkembangan penderita utamanya pada balita dan anak-anak.
  
Pantauan itu terkait dengan pemberian asupan gizi seimbang. Selain itu juga pemberian susu formula untuk peningkatan daya tahan tubuh para balita malang itu.
  
"Pola asuh perawatan balita juga tidak luput dari pantauan kami. Karena balita ODHA tidak diperkenankan diberi ASI dari sang ibu," pungkas Gaguk.


Peterongan Jombang: Kambing Berkaki 6 dan Berkelamin Ganda!

 
 
Jum'at, 07 Desember 2012 14:52:28 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono

Jombang -Warga Desa Mancar, Kecamatan Peterongan, Jombang digegerkan kambing aneh. Kambing yang baru saja dilahirkan dari induknya itu berkaki enam dan berkelamin ganda. Puluhan warga mendatangi lokasi kambing aneh itu.

Kambing yang tak lazim itu adalah milik Ponidi (50). Sekitar pukul 9.00 WIB tadi pagi kambing aneh itu lahir. "kambing jenis Jawa yang baru lahir ini aneh. Kakinya ada enam, dan kelaminnya ganda. Yakni terdapat testis dan vagina," kata Ponidi sembari menunjukkan kambing aneh miliknya.

Ponidi menjelaskan, ia sudah merawat empat ekor kambing jenis Jawa selama puluhan tahun, namun baru kali ini ada keanehan. Bahkan indukan kambing tersebut sudah pernah melahirkan selama empat kali. "Namun sekali lagi, baru kali ini ada keanehan," katanya keheranan.

Ia juga mengatakan, saat kambing miliknya hamil tidak ada kejanggalan. Semuanya berjalan lancar. Nah, siang tadi sekitar pukul 09.00 WIB, induk kambing itu melahirkan sebanyak dua ekor. Yang satu normal, dan satunya lagi tidak normal. Kambing anakan tidak normal itu itu berkaki enam dan berkelamin ganda. "Saya tidak ada firasat apa-apa," katanya polos.

Meski kambingnya tidak normal, namun Ponidi berniat merawatnya. Bahkan Ponidi dengan telaten menyuapi kambing itu. "Meski kakinya enam namun kambing ini tidak bisa berdiri. Jadi kalau minum susu, saya menyuapinya menggunakan sendok," pungkasnya. [air/suf]