Kamar Kos Gubsur Jombang Dicongkel Maling, 3 Ponsel dan 1 Tablet Raib

Jombang - Apes dialami Ribut Aksana Hadi Putro (28), salah satu penghuni rumah kos di Jl Gubernur Suryo Jombang. Saat pulang kerja, ia mendapati pintu kamar kosnya telah dicongkel. Sejumlah barang miliknya lenyap dari kamar kos tersebut. Atas kejadian tersebut, ia melapor ke Polisi, Kamis (28/11/2013).

Ribut baru mengetahui kejadian tersebut baru saat dirinya pulang kerja, sekitar pukul 14.00 WIB. Ia langsung kaget saat melihat pintu kamar kosnya sudah dalam kondisi terbuka. Terdapat bekas congkelan pada pintu kamar kosnya. Selanjutnya ia memeriksa isi kamar kosnya, sejumlah barang miliknya raib. Diantaranya 3 unit ponsel dan sebuah tablet ukuran 10 inci.

Kemudian ia bertanya kepada beberapa penghuni kamar kos lainnya. Namun, tak satu pun diantara mereka yang mengetahuinya. Atas kejadian itu ia melapor ke Polres Jombang.

"Kami sudah menerima laporan korban, kami segera melakukan penyelidikan," kata AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang, Kamis (28/11/2013).

Tanpa Sebab, Arif Siswanto Asal Plandi Jombang Babak Belur Dikeroyok Sejumlah Pemuda

Jombang - Arif Siswanto (25), warga Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota dikeroyok sejumlah pemuda. Akibat pengeroyokan tersebut, Arif menderita luka memar di bagian kepala dan wajahnya. Korban melaporkan ke Polisi Moh Anam (31), warga Dusun Bote Desa Kedawong Kecamatan Diwek, yang merupakan satu pelaku yang dikenal korban, Rabu (27/11/2013).

Berdasarkan laporan korban, pengeroyokan terjadi saat korban hendak mengantarkan temannya untuk bekerja di sebuah toko buku di Jl Dr Sutomo Jombang, sekitar pukul 08.00 WIB. Saat melintas di sekitar alun-alun Jombang, tiba-tiba dari arah belakang, korban dipukul terlapor dengan menggunakan helm. Korban segera menghentikan laju motornya, dan menanyakan alasan dirinya tiba-tiba dipukul.

Bukannya mendapatkan jawaban, terlapor bersama temannya langsung menghajar korban. Sejumlah pukulan mengenai tubuh korban, tak hanya itu saja, terlapor juga kembali memukul korban dengan menggunakan helm. Terlapor memaksa korban untuk mengantarkan kembali temannya ke rumah. Khawatir kembali dikeroyok, korban menuruti permintaan terlapor.

Setiba di rumahn temannya, korban tak juga mendapatkan jawaban yang diinginkan, melainkan kembali dihajar terlapor dan kawan-kawannya. Setelah puas menghajar, korban dipaksa pergi.

Atas kejadian itu, korban melapor ke polisi. "Kami sudah merema laporan korban. Guna pemeriksaan lebih lanjut korban menjalani visum. Kini kami masih kumpulkan keterangan saksi-saksi. Yang jelas terlapor juga akan segera kami panggil untuk diperiksa," kata AKP Sugeng Widodo, Kasubbag Humas Polres Jombang, Kamis (28/11/2013). (fma)

Motor Amblas Gara-gara Dicegat Anggota TNI Gadungan di Depan SMADA Jombang

Jombang - Perampasan motor kembali terjadi di Kota Santri. Kali ini pelaku yang mengaku sebagai anggota TNI melakukan perampasan motor di depan SMAN 2 Jombang jalan Wahidin Sudirohusodo, Minggu (24/11/2013) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kejadian tersebut bermula saat Relodiva Pandu Permana (17), hendak membeli jam tangan di salah satu toko di kawasan Jombang Kota. korban berboncengan dengan seorang temannya. Pada saat melintas di depan SMAN 2 Jombang, tiba-tiba saja korban dihentikan oleh dua orang berbadan tegap. Salah satu dari pelaku mengaku anggota TNI.

Dua orang pelaku itu menuduh Relodiva dan teman-temannya telah melakukan pengeroyokan terhadap keponakan pelaku. Berdalih menyelesaikan masalah, korban kemudian diajak menemui keponakannya. Tentu saja korban merasa kebingungan, karena merasa tidak pernah melakukan pengeroyokan. Pelaku terus mendesak, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku. Relodiva kemudian dibonceng oleh pelaku yang berambut cepak itu dengan mengendarai motor pelaku. Sedangkan teman Relodiva bersama dengan satu orang pelaku lainnya menunggu di depan SMAN 2 Jombang.

Namun saat di tengah perjalanan, tiba-tiba korban diturunkan. Pelaku berambut cepak beralasan hendak menjemput teman korban yang satunya lagi. Beberapa saat kemudian, pelaku yang satunya meminjam sepeda motor korban. Kepada teman Relodiva, pria itu mengatakan telah mendapat informasi bahwa masalah sudah diselesaikan, ia hendak menyusul Relodiva. Sejurus kemudian, pelaku kedua pun meninggalkan teman Relodiva.

Setelah menunggu cukup lama, pria asing tersebut tak kunjung datang. Akhirnya, korban memutuskan untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi. "Kami sudah menerima laporan dari korban terkait perampasan motor yang menimpanya. Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku," kata AKP Sugeng Widodo, Kepala Sub Bagian Humas Polres Jombang, Selasa (26/11/2013).

Gadis Bareng Jombang Yulia Febriyani Hilang!

Jombang - Yulia Febriyani (15), gadis asal Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng sudah satu minggu ini hilang dari rumah. Terakhir, siswi SMK Widjaya Ngoro itu berpamitan berangkat ke sekolah dengan mengendarai motornya.

Yuli Rusiyadi (49), orang tua korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan ke LPPA (Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak). Yuli menjelaskan, terakhir putrinya pamit berangkat sekolah mengendarai motor Revo hitam S 4720 YQ. Tidak pernah ada keanehan pada anaknya. Ihwal hilangnya Yulia pada Senin, pekan lalu.

Muhammad Solahuddin, Direktur LPPA Jombang menyebarkan gambar gadis asal Desa Ngrimbi tersebut. Ada dugaan Yulia menjadi korban traficking . Pasalnya, korban hilang bersama motor yang digunakan berangkat sekolah. Selain itu, sehari sebelum hilang, Yulia sempat menerima telepon dari seorang pria misterius.
 
 
Foto: Senin, 25 Nopember 2013 
Sudah Sepekan Yulia Febriyani Hilang

Jombang - Yulia Febriyani (15), gadis asal Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng sudah satu minggu ini hilang dari rumah. Terakhir, siswi SMK Widjaya Ngoro itu berpamitan berangkat ke sekolah dengan mengendarai motornya.

Yuli Rusiyadi (49), orang tua korban melaporkan kejadian itu ke polisi dan ke LPPA (Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak). Yuli menjelaskan, terakhir putrinya pamit berangkat sekolah mengendarai motor Revo hitam S 4720 YQ. Tidak pernah ada keanehan pada anaknya. Ihwal hilangnya Yulia pada Senin, pekan lalu. 

Muhammad Solahuddin, Direktur LPPA Jombang menyebarkan gambar gadis asal Desa Ngrimbi tersebut. Ada dugaan Yulia menjadi korban traficking . Pasalnya, korban hilang bersama motor yang digunakan berangkat sekolah. Selain itu, sehari sebelum hilang, Yulia sempat menerima telepon dari seorang pria misterius.

Cakades Pandanwangi Jombang Terjerat Kasus Penganiayaan

Usai Gowes, Komunitas Hijau Jombang Tanam Pohon

Gus Solah Lepas Ribuan Peserta Napak Tilas Resolusi Jihad di Jombang