Perampas motor bawa bom di Jombang dihajar warga

Reporter : Fariz Fardianto | Senin, 26 Mei 2014 11:34

Perampas motor bawa bom di Jombang dihajar warga
Ilustrasi bom rakitan. ©2012 Merdeka.com
Merdeka.com - AP (29), seorang pelaku perampasan sepeda motor di Kabupaten Jombang Jawa Timur, dihajar warga ketika berusaha kabur seusai melancarkan aksinya, di Desa Janti Kecamatan Mojoagung, Sabtu (24/5) kemarin. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polres Jombang untuk dimintai pertanggungjawabannya.

Data yang dihimpun merdeka.com, AP ditangkap warga saat sedang merampas sepeda motor milik seorang warga di Desa Janti. Saat itu, warga memergoki pelaku sedang menakuti korbannya dengan membawa sebuah bom rakitan. Setelah aksinya berjalan mulus, sebenarnya pelaku berniat kabur namun akhirnya dihadang massa yang ada di jalan raya sekitar Desa Janti.

Saat itulah, pelaku yang tak bisa melarikan diri lagi akhirnya dihajar warga beramai-ramai sampai babak belur. Dari tangan pelaku, warga mengamankan sebuah bom rakitan dan sepeda motor hasil rampasan. Atas inisiatif warga, pelaku akhirnya diserahkan Polres. Saat ini, pelaku sedang diperiksa penyidik Polres Jombang.

Kapolres Jombang, AKBP Tribusono Sumiharjo mengatakan, AP kini sudah mendekam di sel tahanan Polres Jombang. Menurut dia, AP yang sempat dilarikan ke RSUD Jombang itu kasusnya sudah ditangani tim penyidik.

"Pelakunya masih di Polres dan asal muasal bom rakitan yang dia bawa saat merampas motor warga tengah diselidiki," jelas AKBP Tribusono, Senin (26/5).

Edarkan pil koplo, Napoleon Bonaparte dibekuk polisi di Jombang

Reporter : Mohamad Taufik | Rabu, 14 Mei 2014 11:24
Edarkan pil koplo, Napoleon Bonaparte dibekuk polisi di Jombang
Ilustrasi Narkoba. ©2014 Merdeka.com
Merdeka.com - Polisi Jombang membekuk Napoleon Bonaparte (21), warga Wonokerto, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur, sebab tertangkap mengedarkan pil koplo jenis dobel L. Polisi mengamankan uang Rp 80 ribu hasil transaksi serta 60-an lebih butir pil koplo.

"Iya, Napoleon Bonaparte ditangkapnya di Peterongan. Tapi yang nangkap Polsek Peterongan, Selasa (13/5) kemarin," kata Kasubbag Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (14/5).

Sugeng menjelaskan, dalam waktu berdekatan, di tempat berbeda polisi juga membekuk dua pemuda lainnya, yakni Iqbal Syahruna (19), warga Dusun Mayangan, Desa Tambar, Kecamatan Jogoroto, dan Karmuin (25), warga Dusun Sukorejo, Desa Gerobogan, Kecamatan, Mojowarno.

Sugeng mengimbuhkan, Napoleon dan Iqbal diringkus di kawasan Jalan Raya Peterongan. Dari penangkapan, polisi lalu mengembangkannya hingga sampai kepada Karmuin. Pemuda itu diringkus saat menunggu pelanggannya di depan sebuah minimarket, Dusun Mojolegi, Desa Mojotrisno, Mojoagung.

Dari tangan Karmuin, petugas menyita barang bukti berupa sebuah HP dan motor Yamaha Mio hitam S 5631 XG, serta uang tunai Rp 480.000 dan 114 butir pil dobel L.

Sebelumnya, dia melanjutkan, Polres juga pernah membekuk dua pemuda yang sedang membawa 60.000 butir pil koplo. Dua pemuda itu asal Surabaya, dan membeli pil dari Kediri, Jawa Timur. "Mereka ditangkap polres saat operasi cipta kondisi," kata Sugeng menegaskan.

ABG 14 tahun di Jombang dicabuli pacarnya

Reporter : Fariz Fardianto | Selasa, 10 Juni 2014 11:15
ABG 14 tahun di Jombang dicabuli pacarnya
ilustrasi pencabulan. ©2013 Merdeka.com
Merdeka.com - Seorang ABG berusia 14 tahun warga Desa Sidowarek, Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang Jawa Timur harus menanggung malu lantaran dicabuli oleh teman dekatnya sendiri bernama Didik (19), warga Dusun Kedaton, Bulurejo, Kecamatan Diwek. Kasus yang diungkap pada Senin (9/6) itu, saat ini sudah ditangani polisi di Polres setempat.

Informasi yang diperoleh merdeka.com menyebutkan, ulah cabul yang dilakukan Didik bermula saat dia berkenalan dengan korban yang masih duduk di bangku SMP itu sejak sebulan terakhir. Awalnya, pelaku sering bertemu dengan korban di beberapa tempat hingga keduanya menjadi pacaran.

Namun, setelah beberapa kali bertemu, keduanya memutuskan bertemu lagi untuk berpacaran di salah satu sudut jalan raya di Jombang. Mereka lalu berboncengan dengan naik sepeda motor jalan-jalan di sekitar Desa Sidowarek sampai malam hari.

Karena larut malam, maka pelaku mengajak korban untuk menginap di salah satu rumah kenalan pelaku di Kecamatan Bareng. Saat di dalam rumah itu, Didik memaksa pacarnya untuk melakukan hubungan intim. Pelaku akhirnya menyetubuhi korban berulang kali sampai tak sadarkan diri.

Orangtua korban yang mengetahui anaknya dicabuli oleh pelaku lalu melapor ke Polsek Diwek. Seorang petugas di Polsek Diwek, Iptu Tri Supriyono mengatakan, saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Polsek untuk diteruskan ke tim penyidik Polres Jombang.
"Untuk pelakunya sendiri sudah tertangkap. Bahkan, saat ini sudah ditahan di Polres," kata Iptu Tri Supriyono, kepada merdeka.com, Selasa (10/6).

Santri dan Tukang Becak Jombang Dukung Jokowi-JK

Rabu, 11 Juni 2014 | 22:10 WIB
Santri dan Tukang Becak Jombang Dukung Jokowi-JK
Joko Widodo dan Jusuf Kalla menyampaikan visi misinya dalam acara Debat Capres-Cawapres di Jakarta, 9 Juni 2014. ANTARA/Prasetyo Utomo
TEMPO.COJombang - Kalangan santri dan tukang becak di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, menyatakan dukungan untuk calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Mereka juga menggalang dana untuk pemenangan calon yang diusung koalisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) tersebut.

“Kami melihat Jokowi-JK bisa diharapkan untuk mengawal Islam ahlusunah wal jamaah,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Aqobah, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jombang, K.H. Junaidi Hidayat, saat dihubungi, Rabu, 11 Juni 2014.

Junaidi mengatakan dukungan yang diberikan itu murni hasil diskusi dengan para santri untuk memahami perkembangan situasi politik. Dukungan juga merupakan wujud konkret atas tanggung jawab moral pesantren pada masyarakat dalam memilih pemimpin.

“Pesantren punya tanggung jawab moral untuk memberikan bukti nyata kepada masyarakat bahwa inilah pemimpin yang layak kita pilih,” ujar Junaidi.

Para pengasuh dan santri pesantren setempat juga menggalang dana saat doa bersama atau istigasah beberapa hari lalu. “Terkumpul Rp 1,3 juta dan sudah kami transfer ke rekening Jokowi-JK,” ucap Junaidi.

Para tukang becak di Kota Santri itu juga ikut mendukung dan menggalang dana untuk Jokowi-JK. Sudah terkumpul Rp 600 ribu dan telah disetor ke salah satu rekening Jokowi-JK.

“Ini baru tahap awal dan akan kami teruskan ke teman-teman tukang becak lainnya,” ucap Mi’an, salah seorang koordinator tukang becak simpatisan Jokowi-JK.

Hatta Rajasa-Gus Sholah Bernostalgia tentang Istri

Jumat, 23 Mei 2014 | 21:34 WIB
KOMPAS.com/DANI PRABOWO Bakal calon wakill presiden Hatta Rajasa menemui Salahuddin Wahid atau Gus Sholah di kediamannya, Jalan Bangka, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014).
JAKARTA, KOMPAS.com — Calon Wakil Presiden Hatta Rajasa menemui salah satu tokoh Nahdlatul Ulama, KH Solahuddin Wahid, di kediaman KH Solahuddin, Jumat (23/5/2014). Di hadapan wartawan, Hatta sempat bernostalgia tentang istrinya, Oktiniwati Ulfa Dariah, yang memiliki hubungan dekat dengan istri Gus Sholah, Farida.

Hatta tiba di rumah Gus Sholah yang terletak di Jalan Bangka Raya 2C, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.30 WIB. Gus Sdolah yang semula berada di dalam rumah segera berjalan ke teras untuk menyambut kedatangan Hatta.

Hatta kemudian menjabat tangan dan memeluk Gus Sholah. Keduanya lantas masuk ke dalam ruang tamu dan melakukan pembicaraan secara tertutup.

Sekitar pukul 18.30 WIB, pembicaraan di antaranya sempat berhenti sejenak untuk melaksanakan ibadah shalat maghrib. Sepuluh menit berselang, keduanya kembali ke dalam ruang tamu untuk berbicara.

Pada pukul 19.00, Hatta berpamitan kepada pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur, itu. Pasalnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu harus menemani calon presiden Prabowo Subianto menemui mantan Wakil Presiden Try Sutrisno.

Di hadapan sejumlah wartawan, keduanya memberikan keterangan mengenai hasil pertemuan yang berlangsung selama lebih kurang 1,5 jam itu. Saat itu, Hatta menceritakan kedekatan dirinya dengan Gus Sholah yang telah terjalin sejak lama.

“Saya silhaturahim ke Gus Sholah sebagai senior saya di ITB dan tokoh nasional panutan kita dan sebagai pimpinan MP3I (Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia),” katanya.

Sesaat sebelum berpamitan, Hatta kembali bercerita mengenai kedekatan istrinya dengan istri Gus Sholah. Farida yang sejak awal hanya berada di belakang Gus Sholah lantas diminta maju ke depan oleh suaminya. Farida hanya tersipu malu ketika sejumlah kamera awak media menyorotinya.

“Sekitar 20 tahun lalu, istri saya dan istri Gus Sholah membuat acara ceramah Islam pertama di Indonesia yang ditayangkan di SCTV. Acaranya Di Ambang Fajar, itu lama sekali dulu,” ujarnya.

Mendengar cerita tersebut, Farida kembali tersenyum. “Jadi kalau saya tidak sowan, tidak minta doa, tidak diskusi, tidak minta nasihat itu kurang afdal namanya,” ujarnya.

Liburan ke Pantai Selatan, 2 Remaja Perak Jombang Digulung Ombak

Solichan Arif - Koran SI
Rabu, 28 Mei 2014 03:03 wib
BLITAR - Dua orang wisatawan asal Desa Kalangsemanding, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang digulung ombak di kawasan pantai selatan Serang, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.

Muchabait Aktial Firdaus (14), siswa kelas dua SMP Negeri 01 Perak tewas seketika di lokasi kejadian. Setelah beberapa jam lenyap ditelan ombak, jasad remaja masjid tersebut ditemukan tercantol di antara gugusan karang.

Sementara Doni Rizki (14), rekanya hingga kini belum ditemukan. Siswa kelas dua MTs Negeri Kalangsemanding itu terseret gelombang ke tengah. Dipastikan nyawa Doni tak terselamatkan.

"Doni berusaha menolong Firdaus yang lebih dulu terseret ombak," tutur Burhanudin (16), rekan kedua korban kepada wartawan.

Korban tiba di lokasi wisata pada siang hari. Bersama rombongan remaja masjid yang berjumlah 55 orang, mereka memang bertujuan bertamasya.

"Kami berangkat dari Jombang sekitar pukul 07.30 WIB," terangnya. Informasinya, acara tamasya bahari ke pantai serang tersebut sebagai wujud rasa syukur atas suksesnya acara Maulud Nabi. Sebab selain pengajian, mereka juga menggelar acara festival kesenian menabuh seribu terbang.

Menurut Burhanudin, usai Salat Duhur dan makan siang, anggota rombongan dibebaskan bersenang senang. Sebagian besar bermain di pinggir pantai.

Malapetaka pun datang. Ombak besar menggulung Firdaus yang berada di perairan yang lebih dalam. Melihat itu, Doni berusaha menolong. Namun dalam waktu cepat, ia juga diseret ombak ke tengah lautan.

Ketua rombongan wisata, Budi Utomo (48), yang sekaligus Kepala Dusun Kalangsemanding mengaku sudah menghubungi keluarga korban. Dan informasinya pihak keluarga tengah melakukan perjalanan ke lokasi kejadian.

"Ini musibah. Saat ini kami masih berada di Blitar untuk turut serta membantu melakukan pencarian," ujarnya.

Sementara dari pantauan di lapangan, aparat kepolisian dibantu nelayan setempat berusaha melakukan pencarian jasad korban.

Seperti diketahui, peristiwa hilangnya wisatawan ditelan ombak pantai serang bukan pertama kalinya. "Kita berusaha melakukan pencarian dengan maksimal," ujar petugas kepolisian setempat yang enggan disebut namanya.


 
(teb)

Di Jombang 10 Pasangan Tertangkap Mesum, 2 di Antaranya Pelajar

Mukhtar Bagus - Sindo TV
Browser anda tidak mendukung iFrame
Senin, 26 Mei 2014 08:12 wib
JOMBANG - Aparat Polres Jombang dan Satpol PP menggelar operasi cipta kondisi jelang Pemilihan Presiden, 9 Juli. Petugas gabungan menggeledah sejumlah hotel dan kafe.

Sasaran operasi tersebut adalah senjata tajam, senjata api, atau bahan berbahaya lainnya. Namun, bukan hal itu yang didapat petugas melainkan 10 pasangan yang sedang bermesum ria.

Ironisnya, dua di antaranya diketahui masih berstatus pelajar. Pasangan di luar nikah tersebut diamankan dari hotel kelas melati di Kota Jombang, Jawa Timur.

Mereka langsung digelandang ke Mapolres Jombang untuk diperiksa. Polisi juga akan memanggil orangtua gadis di bawah umur untuk diproses lebih lanjut. 
(trk)