Polres Jombang Sita 60 Ribu Pil Koplo

Senin, 04 Nopember 2013 12:35:06
Reporter : Yusuf Wibisono
Polres Jombang Sita 60 Ribu Pil Koplo

 

Jombang (beritajatim.com) - Kepolisian Resort Jombang membongkar jaringan narkoba kelas kakap. Hasilnya, korps berseragam cokelat membekuk 8 orang pelaku dan menyita 60 ribu pil koplo serta 5 gram sabu-sabu atau SS.

Penangkapan itu bermula saat polisi menggelar operasi cipta kondisi (cipkon) di Jalan Raya Mojowarno. Nah, saat operasi itulah tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang ketika hendak dihentikan petugas. Karena curiga, polisi akhirnya melakukan pengejaran. Tidak membutuhkan
waktu lama, polisi berhasil menghentikan mobil nisan evalia bernopol L 1767 DT.

Selanjutnya, korps berseragam cokelat melakukan pemeriksaan. Dari situ petugas menemukan 60 ribu pil koplo yang dikemas satu kardus. Dua orang yang berada di mobil itu adalah Andik Hartono (32), warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek dan Paiman (32), warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Jombang Kota.

Selain itu, petugas juga menemukan seperangkat alat hisap sabu-sabu di mobil tersebut. Petugas yang penasaran kemudian melakukan penggeledahan ke rumah Andik. Lagi-lagi, di rumah Andik, petugas menemukan pil koplo sebanyak seribu butir. Dua orang tersebut berikut barang bukti kemudian digelandang ke mapolres guna pengembangan.

Dari pengembangan itu akhirnya menggerebek Dodik Darmawanto (33), warga Dusun Ngelom, Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso. Dari rumah Dodik, polisi mendapatkan barang bukti berupa satu bong penghisap sabu, dua
pipet, satu buah kompor kecil yang digunakan membakar sabu, serta sejumlah plastik klip.

Kepada petugas, Dodik mengaku bahwa sabu tersebut berasal dari Agus Prasetyo (24), seorang perawat di RSUD Ploso Jombang. Tidak ingin kehilangan buruannya, polisi juga menggerebek rumah Agus. Walhasil, dalam penggerebekan polisi juga menemukan satu bong penghisap sabu,
dua pipet, satu buah kompor kecil yang digunakan membakar sabu, serta sejumlah plastik klip.

Ketika diperiksa petugas, Agus mengakui bahwa barang haram itu berasal dari Diki Haryanto (33), warga Dukuharum, Kecamatan Megaluh, Jombang. Lagi-lagi, petugas mengejar Diki di rumahnya. Saat rumahnya digeledah polisi, Diki mengelak tudingan itu. Namun dia tidak bisa berkutik
ketika korps berseragam cokelat menemukan SS seberat 5 gram di rumahnya.

Bukan itu saja, polisi juga membekuk pasangan mesum Diki, yakni Firdaus Ali Huwel (39), yang juga ikut mengedarkan sabu tersebut. Dari rumah Diki sejumlah barang bukti yang disita meliputi timbangan digital, seperangkat alat hisap, pipet, serta sejumlah plastik klip.

"Pembongkaran jaringan narkoba itu mulai kita lakukan tanggal 28 Oktober kemarin. Hingga saat ini sudah delapan orang yang berhasil kita bekuk dengan barang bukti 60 ribu pil koplo dan 5 gram sabu-sabu. Kita terus mengembangkan lagi," kata Kapolres Jombang, AKBP Tri Bisono Soemiharso, sembari menunjukkan barang bukti yang dimaksud, Senin (4/11/2013). [suf/ted]

Dakwah Via Online, Ustad Cilik Jombang Juara

Jombang Kekurangan Dokter

Jombang Kekurangan Dokter
Rabu, 20/11/2013 | 12:03 WIB JOMBANG –  Jombang kekurangan dokter. Sedikitnya 16 orang dokter umum dan spesialis kini mendesak untuk segera dipenuhi. Dinas Kesehatan Jombang sudah mengirim surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) minta untuk merekrut dokter baru.

Kadinkes Jombang dr Heri Wibowo, mengatakan, sesuai hasil eveluasi kekurangan dokter umum dan spesialis di Jombang sedikitnya 16 orang. Untuk itu, pihaknya mendesak BKD (Badan Kepegawaian Daerah) untuk segera mengisi kekurangan dokter itu. Jika tidak segera ditambah, tenaga dokter di Jombang jumlahnya semakin berkurang. “Karena setiap tahun ada yang pensiun,” tuturnya, Rabu (20/11).

Sementara Wakil Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran mengatakan, di rumah sakitnya tipe B ini, sekarang memiliki 59 dokter. Rinciannya dokter umum 27 orang, 29 dokter spesialis, dan 3 orang dokter gigi.

Jumlah dokter di RSUD itu dinilai belum ideal karena masih kurang sedikitnya 2 dokter spesialis, yakni dokter spesialis jiwa dan bedah urologi.

Kepala BKD Pemkab Jombang, Eksan Gunajati mengatakan, upaya Pemkab Jombang mengatasi kekurangan dokter ini dengan melaporkan dan mendesak Kemen PAN untuk segera mengisi kekurangan dokter di Jombang. “Keberadaan dokter –dokter ini mendesak untuk segera diisi, karena tenaga mereka sangat dibutuhkan untuk pelayanan masyarakat,” katanya.

Untuk mengatasi itu, menurut Eksan, ada beberapa cara. Salah satunya dengan merekrut dokter berstatus honorer atau dokter berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) untuk dijadikan CPNS. Dengan melalui rekrutmen dari jalur ini, maka loyalitas para doktter peserta CPNS sudah teruji dan tidak perlu diragukan kesetiaannya dalam melayani masyarakaat.

Langkah lain, yakni merekrut dokter dari formasi jalur umum. Artinya, calon pesertanya tidak hanya dokter yang sudah PTT atau honorer, namun juga diikuti oleh dokter yang belum memiliki status dari dua jalur itu. “Kami berharap usulan kami segera direspon pemerintah pusat,” harapnya. bas

Selingkuh, Hakim Perempuan di PN Jombang Diberhentikan

POLITIK

Selingkuh, Hakim Perempuan di PN Jombang Diberhentikan

Kamis, 07 November 2013 | 06:42 WIB
Metrotvnews.com, Jombang: Seorang hakim perempuan di Jombang, Jawa Timur, diberhentikan secara hormat oleh majelis kehormatan hakim karena dilaporkan suaminya atas dugaan perselingkuhan.

Vica Natalia membantah dirinya berselingkuh dengan seorang advokat berinisial GD, dan Hakim Agung berinisial WJ. Sanggahan itu dilakukan pascadirinya mendapatkan putusan pemberhentian secara hormat oleh majelis kehortmatan hakim, Rabu (6/11).

Sebelumnya, Vica Natalia menjabat sebagai hakim di Pengadilan Negeri Jombang, Jawa Timur. Vica dinyatakan majelis kehormatan hakim terbukti melakukan pelanggaran kode etik. Namun, Vica menyatakan ada unsur rekayasa yang dilakukan suaminya. Dirinya dituding berfoto mesra dengan hakim agung dan seorang advokat.

Vica dalam pembelaan di persidangan membawa bukti bahwa foto tersebut merupakan rekayasa. Namun hal itu tetap tidak diindahkan majelis kehormatan hakim dalam persidangan.

Vica pun pasrah atas putusan majelis kehormatan hakim yang memecat dirinya dengan hormat, meski dirinya membantah berselingkuh.

Editor: Rizky

Ribuan Pekerja Kepung Kantor Pemkab Jombang

NASIONAL

Ribuan Pekerja Kepung Kantor Pemkab Jombang

Laporan: Amir Zakky
Jum'at, 01 November 2013 | 13:00 WIB
MI/Abdus Syukur/bb
Metrotvnews.com, Jombang: Sekitar 2.000 pekerja di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali berunjuk rasa di kantor pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, Jumat (1/11). Mereka menuntut pemkab merevisi nilai upah minimum 2014 yang ditetapkan Dewan Pengupahan.

Para pekerja dari berbagai perusahaan itu sebelumnya sempat melakukan long march melintasi jalan-jalan protokol di ibu kota Kabupaten Jombang, termasuk Jalan Kiai Haji Wahid Hasyim.

Unjuk rasa digelar ribuan pekerja karena upah miminum Kabupaten Jombang yang ditetapkan oleh Dewan Penguahan setempat untuk 2014 hanya sebesar Rp1.300.000 per bulan.

Menurut para pekerja, upah sebesar itu tidak mencukupi kebutuhan hidup layak di Jombang yang mencapai Rp1.730.300. Angka tersebut diambil berdasarkan naiknya harga kebutuhan pokok saat ini.

Koordinator lapangan pengunjuk rasa Samsul Huda mengatakan, jika pemkab tidak merevisi ketetapan upah, para pekerja akan bertahan dan terus melakukan unjuk rasa.

Pada Kamis (31/10), ribuan pekerja itu juga melakukan hal serupa dan hingga kini tidak ada perwakilan Pemkab Jombang yang menemui pengunjuk rasa.


Editor: Patna Budi Utami

Truk Bermuatan Tetes Disambar KA Rapih Doho di Sumobito

Jombang - Sebuah truk bernopol W 9265 F bermuatan tetes
tebu terlempar setelah disambar KA Rapih Doho di
perlintasan jalur kereta api tak berpalang pintu di Desa
Curah Malang Kecamatan Sumobito, Selasa (12/11/2013).
Beruntung sopir truk sempat loncat keluar sebelum kereta
api menyambar truk tersebut.
Sri Astuti (47), warga setempat menceritakan awal mula
kejadian tesebut. Truk yang dikendarai Franes (25), warga
Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung, melintas di jalur KA
yang tak berpalang pintu tersebut. Meski sudah ada warga
yang berteriak mengingatkan. Namun Franes tak
menghiraukan, diduga ia sedang mengantuk.
Saat badan truk sudah berada di tengah rel perlintasan,
Franes baru menyadari ada kereta api yang hendak
melintas. KA Rapih Doho dari arah Surabaya menuju Blitar
sedang melintas. Ia pun segera membuka pintu truk dan
melompat keluar. Ular besi itu pun langsung menyambar
truk tersebut dan membuat truk sempat terseret 200 meter
hingga terlempar.
Franes hanya menderita luka ringan, oleh warga ia dibawa
ke Puskesmas Kecamatan Sumobito. Petugas kepolisian
segera melakukan olah TKP. Hingga tadi sore masih ada
sejumlah warga yang melihat sisa kecelakaan di lokasi
kejadian.

Ratusan Ton Bahan Bakar Ketel PG Tjoekir Ludes Terbakar

Jombang - Ratusan ton bahan bakar ketel di Pabrik Gula
Tjoekir Jombang ludes terbakar, Senin (11/11/2013) sekitar
pukul 22.30 WIB. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam
kebakaran dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api.
Beruntung tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut,
namun kerugian atas kebakaran itu ditaksir hingga ratusan
juta rupiah.
Hembusan angin membuat si jago merah sulit dipadamkan.
Api dengan cepat membakar seluruh tumpukan limbah tebu
kering yang disiapkan sebagai bahan bakar ketel-ketel
penggilingan. Tiga unit mobil pemadam kebakaran Pemkab
Jombang tiba di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB. Selain itu,
ditambah empat unit mobil pemadam kebakaran masing-
masing dari Mojokerto dan Kediri. Hampir 3 jam petugas
pemadam kesulitan memadamkan api. Penyebab kebakaran
sendiri masih belum diketahui secara pasti.
Sejumlah pekerja berusaha mengevakuasi limbah tebu yang
belum terbakar. Meski berbahaya, para pekerja nekat
memunguti limbah kering itu. "Penyebab belum bisa
diketahui. Api membakar seluruh limbah tebu ini," kata
Gunadi, salah satu petugas pemadam, Selasa (12/11/2013).