Melas! 60 Sekolah di Jombang Harus Numpang Unas


Mbah Bisri, Penjaga Moral Kaum Nahdliyyin di Ranah Politik

Reporter : Yusuf Wibisono
Mbah Bisri, Penjaga Moral Kaum Nahdliyyin di Ranah Politik
 
Jombang (beritajatim.com)--Mendiang KH Bisri Syansuri, tokoh pendiri NU dari Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar, Jombang dinilai layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Selain ahli fiqih, Kiai Bisri juga mempunyai jasa besar terhadap kemerdekaan RI.

Demikian kesimpulan yang mengerucut dalam bedah buku 'Biografi KH Bisri Syansuri' di aula Ponpes Mambaul Ma'arif Denanyar. "Dengan berbagai jasa beliau kepada negara ini, saya pikir Mbah Bisri pantas untuk mendapatkan gelar pahlawan. Kiai Bisri juga juga pernah menjadi komandan hizbulloh dan sabilillah," kata Hj Aisyah Hamid, salah satu pembicara, Selasa (29/4/2014) malam.

Pandangan tersebut mendapat dukungan dari Ketua PC Ikatan Sarjana NU Jombang Ahmad Atho'illah. Menurutnya, banyak sekali jasa Mbah Bisri terhadap NKRI, mulai pra kemerdekaan hingga pascakemerdekaan. "Beliau memiliki ketegasan dan keyakinan teguh sebagai seorang pecinta fiqih," ujar pria yang akrab disapa Gus Aik ini.

Bedah buku biografi salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu dihadiri sejumlah kiai dan pengasuh pesantren serta tokoh ormas di Jombang. Tampil sebagai pembicara KH Kholid Mawardi (Jakarta), Hj Aisyah Hamid (Jakarta), Hj Muassomah Iskandar (Denanyar), KH Akhwan (Bojonegoro), KH Aziz Masyhuri (Denanyar), serta KH Salahuddin Wahid (Tebuireng). Sedangkan sebagai pemandu Abdul Halim Iskandar, Wakil Ketua DPRD Jatim.

Sejumlah narasumber tersebut mengungkapkan pengalamannya terkait kehidupan KH Bisri Syansuri. "Mbah Bisri, kalau sudah punya ide sulit ditawar," ungkap Hj Muassomah Iskandar, menyampaikan pengalamannya tentang kehidupan pendiri NU itu.

Bibi dari mantan ketua umum PBNU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menambahkan, satu aktifitas yang tidak pernah lewat oleh Bisri Syansuri adalah menjadi imam dalam setiap menjalankan sholat wajib.

Pandangan lain diungkapan KH Kholid Mawardi dari Jakarta. Menurutnya, KH Bisri Syansuri merupakan kiai yang kuat memegang ajaran fiqh. Tak heran, jika keberadaannya di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saat pemerintah mengambil penyederhanaan partai, mampu menjadi penjaga moral kelompok Nahdliyyin di PPP.

"Beliau itu berperan sebagai garda moral kaum Nahdliyyin di PPP. Beliau adalah kiai yang kuat memegang ajaran fiqh," ujarnya di hadapan ratusan peserta bedah buku. [suf/air]

Belum Bayar Biaya Persalinan, Mayat Bayi Ditahan RSUD Jombang

Polwan Gadungan Berpangkat Iptu Diringkus di Jombang

Majelis Dzikir di Jombang Jadi Pelarian Caleg Depresi

Sabtu, 12 April 2014 08:36:37
Reporter : Yusuf Wibisono
Majelis Dzikir di Jombang Jadi Pelarian Caleg Depresi

Jombang (beritajatim.com) - Calon legislatif (caleg) yang kalah dalam pemilu 9 April mendatangi Majelis Dzikir Qurrota A'yun di Desa Wangkalkepuh, Kecamatan Gudo, Jombang. Kedatangan caleg tersebut untuk menenangkan diri setelah kalah dalam pesta demokrasi lima tahunan. Saat datang, caleg itu menangis serta merancu karena tidak terima atas kekalahannya.

"Sudah ada satu caleg yang datang ke majelis ini. Dia menangis pada saya, drop dan lunglai. Dia belum bisa menerima kekalahannya," kata Dimas Cokro Pamungkas atau Gus Dimas, Ketua Majelis Dzikir Qurrota A'yun Jombang, tanpa mau menyebut identitas caleg tersebut karena alasan privasi, Sabtu (12/4/2014).

Ustad muda ini menceritakan, caleg yang berasal dari luar Jombang tersebut membeberkan semua uneg-unegnya. Semisal, soal ludesnya dana pinjaman dan harta benda yang ia miliki akibat digunakan 'membeli' suara pemilih dan kebutuhan sosialisasi. Namun ironis, meski harta sudah ludes, perolehan suara tidak signifikan.

Karena kondisi itu pula, si caleg mengalami depresi hebat. Dia merancau macam-macam. Mulai dikhianati tim suksesnya, masyarakat yang mata duitan, hingga merasa perolehan suara miliknya 'dicuri' secara gaib oleh lawan politik.
"Sebagai awalan saya dengarkan curhatnya. Setelah itu secara perlahan kita kuatkan hatinya," kata Ketua PSNU Pagar Nusa Peguron Sapujagad Jombang, ini.

Tahap selanjutnya, sambung Gus Dimas, melakukan penguatan mental baik lewat keluarga maupun lewat agama kepada caleg depresi tersebut. Untuk pendekatan agama, Gus Dimas mengajak caleg melakukan istighfar, wirid, berdoa dan
mengadukan semua keluh-kesah yang dialami kepada Allah.
"Selain itu juga kita ajak mandi malam dan salat malam. Dengan begitu yang bersangkutan selalu ingat Allah," katanya menjelaskan.

Gus Dimas mengatakan, caleg yang mendatangi Majelis Dzikir tersebut menjalani rawat jalan. Namun demikian, pihaknya terus memantau perkembangan caleg tersebut lewat keluarganya. "Tapi tetep kita agendakan setiap minggu datang kesini untuk mengecek perkembangannya," tutur bapak dua anak ini. [suf]

Dihamili Pacar, ABG Lapor Polisi Jombang


Maling Motor Dikepung Massa, RSUD Jombang Mencekam